Dompet Terancam! Harga BBM Pertamina & BP Kompak Naik Tajam

Dompet Terancam! Harga BBM Pertamina & BP Kompak Naik Tajam

JAKARTA – Pasar bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia kembali bergejolak. Sejumlah operator besar, termasuk PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Patra Niaga dan BP-AKR, secara serentak melakukan penyesuaian harga signifikan per Juni 2026. Kenaikan ini, yang mencapai ribuan rupiah per liter, dipastikan akan memberikan dampak langsung terhadap anggaran rumah tangga dan biaya operasional sektor industri.

PT Pertamina Patra Niaga, sebagai pemain dominan di pasar energi domestik, telah resmi menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green efektif mulai Rabu, 10 Juni 2026. Harga Pertamax kini dipatok Rp16.250 per liter, melonjak Rp3.950 dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp12.300 per liter. Tak hanya itu, Pertamax Green juga mengalami kenaikan drastis sebesar Rp4.100, kini menjadi Rp17.000 per liter dari semula Rp12.900 per liter.

Dompet Terancam! Harga BBM Pertamina & BP Kompak Naik Tajam
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa "penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," seperti dikutip dari mediaseruni.co.id. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa fluktuasi harga komoditas global dan kurs rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor penentu dalam penetapan harga jual di dalam negeri.

COLLABMEDIANET

Related Post

Langkah serupa juga diikuti oleh SPBU BP-AKR, yang turut mengerek harga jual produk BBM-nya. Harga BBM jenis BP 92 kini berada di angka Rp16.670 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya Rp12.390 per liter. Selain BP 92, harga BBM BP Ultimate juga mengalami kenaikan, dari Rp12.930 per liter menjadi Rp17.240 per liter. Kenaikan ini menunjukkan respons pasar terhadap dinamika biaya produksi dan distribusi yang mungkin juga dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Di tengah gelombang kenaikan ini, beberapa operator lain memilih untuk menahan harga. SPBU Shell, misalnya, masih mempertahankan harga BBM-nya sejak 1 Juni 2026. Shell V-Power Diesel tetap dijual seharga Rp24.490 per liter. Sementara itu, SPBU Vivo belum merilis pembaruan harga BBM untuk periode Juni 2026, menimbulkan spekulasi apakah mereka akan mengikuti tren kenaikan atau mempertahankan posisi saat ini, sembari memantau pergerakan pasar.

Kenaikan harga BBM non-subsidi dari dua pemain besar ini tentu akan menjadi perhatian utama bagi konsumen dan pelaku usaha. Dinamika pasar energi global dan kebijakan penyesuaian harga domestik akan terus memengaruhi fluktuasi harga di masa mendatang, menuntut adaptasi dari berbagai pihak dalam mengelola anggaran dan biaya operasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar