Bandung Punya Dua Bandara Aktif: Kertajati Fokus Bisnis Miliaran!

Bandung Punya Dua Bandara Aktif: Kertajati Fokus Bisnis Miliaran!

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis yang signifikan dalam menata ulang ekosistem penerbangan di Jawa Barat. Mulai 17 September 2026, Bandara Husein Sastranegara di Bandung akan kembali melayani penerbangan komersial berjadwal, sebuah keputusan yang disambut antusiasme publik di wilayah Bandung Raya. Namun, reaktivasi ini bukan sekadar mengulang masa lalu, melainkan bagian dari visi yang lebih besar untuk mengoptimalkan peran Bandara Kertajati sebagai hub industri aviasi yang bernilai miliaran rupiah.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara tidak akan mengurangi komitmen pemerintah terhadap pengembangan Bandara Kertajati. Sebaliknya, kedua bandara ini akan memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas nasional. "Fokus kita adalah agar bandara itu bisa beroperasi secara optimal," ujar Dudy, seperti dikutip dari mediaseruni.co.id, menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan maksimal setiap infrastruktur penerbangan.

Bandung Punya Dua Bandara Aktif: Kertajati Fokus Bisnis Miliaran!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Optimalisasi Bandara Kertajati, menurut Dudy, tidak lagi semata-mata bergantung pada lalu lintas penumpang. Pemerintah kini mengarahkan Kertajati untuk bertransformasi menjadi pusat berbagai kegiatan industri penerbangan dengan nilai tambah tinggi. Pilar utama dari strategi diversifikasi ini adalah pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat.

COLLABMEDIANET

Related Post

Saat ini, aktivitas perawatan pesawat di Bandara Kertajati telah aktif dilakukan oleh GMF AeroAsia, sebuah indikasi awal potensi besar bandara ini sebagai pusat MRO regional, bahkan internasional. Pemerintah pun membuka lebar peluang bagi pengembangan aktivitas aviasi lainnya, seperti logistik kargo udara, pusat pelatihan penerbangan, atau bahkan fasilitas perakitan komponen pesawat, guna memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur megah yang telah dibangun.

Strategi dual-bandara ini mencerminkan pendekatan pragmatis pemerintah dalam menyeimbangkan kebutuhan pasar lokal yang membutuhkan aksesibilitas langsung dari Bandung, dengan visi jangka panjang pengembangan industri penerbangan nasional yang lebih mandiri dan kompetitif. Dengan Bandara Husein melayani rute domestik yang lebih pendek dan Bandara Kertajati berfokus pada segmen MRO serta potensi kargo yang menggiurkan, diharapkan tercipta sinergi yang kuat. Ekosistem penerbangan yang lebih efisien dan berkelanjutan ini diproyeksikan mampu menarik investasi baru, menciptakan ribuan lapangan kerja terampil, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan sekitarnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar