Alarm Merah Pariwisata RI: Menko Airlangga Ungkap Potensi Kerugian Fantastis!

Alarm Merah Pariwisata RI: Menko Airlangga Ungkap Potensi Kerugian Fantastis!

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyuarakan peringatan dini terkait potensi kerugian substansial pada sektor pariwisata Indonesia. Ancaman ini, yang dipicu oleh gejolak krisis global dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, menuntut reformasi cepat dan strategis guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan Airlangga di Jakarta pada Kamis (19/3/2026), sebagaimana dilansir oleh mediaseruni.co.id.

"Indonesia dihadapkan pada keharusan untuk segera merancang reformasi komprehensif. Tujuannya adalah memitigasi dampak kerugian akibat krisis global, sekaligus memperkuat fondasi pariwisata agar menjadi destinasi yang lebih kompetitif, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi di panggung internasional," tegas Airlangga. Ia menyoroti bagaimana sektor ini kini menghadapi tekanan berat akibat terganggunya konektivitas global, sebuah konsekuensi langsung dari eskalasi konflik tersebut.

Alarm Merah Pariwisata RI: Menko Airlangga Ungkap Potensi Kerugian Fantastis!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Proyeksi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengindikasikan bahwa tanpa langkah mitigasi yang efektif, Indonesia berpotensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara (wisman) per hari. Lebih jauh, potensi kerugian devisa yang mengkhawatirkan dapat mencapai Rp184,8 miliar setiap harinya. Angka ini menjadi alarm bagi pemangku kepentingan untuk bertindak cepat.

COLLABMEDIANET

Data dari InJourney Airports untuk periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 memperkuat kekhawatiran ini. Tercatat adanya gangguan pada sembilan rute penerbangan internasional vital di dua gerbang utama Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Ngurah Rai. Dampaknya tidak main-main, mobilisasi 47.012 penumpang terpengaruh secara signifikan. Tantangan ini diperparah oleh tren kenaikan harga avtur global, yang secara langsung membebani biaya operasional maskapai dan berpotensi menekan harga tiket, mengurangi minat perjalanan.

Airlangga menegaskan bahwa terlepas dari tantangan yang ada, sektor pariwisata tetap menjadi pilar penting yang harus mendapatkan perhatian serius. Kontribusinya yang substansial terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penciptaan lapangan kerja menjadikannya instrumen krusial dalam menjaga resiliensi perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar