Davos Gempar! Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Ada Apa?

DAVOS, SWISS – Presiden Prabowo Subianto mengguncang panggung World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026), dengan deklarasi tegasnya mengenai komitmen Indonesia terhadap supremasi hukum yang adil. Pernyataan ini bukan sekadar retorika politik, melainkan fondasi krusial yang ia yakini akan menopang pembangunan nasional berkelanjutan dan menciptakan iklim investasi yang benar-benar kondusif.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam pidatonya yang menarik perhatian para pemimpin bisnis dan ekonomi global, Prabowo menggarisbawahi bahwa stabilitas ekonomi makro dan daya tarik investasi tidak akan pernah terwujud tanpa kepastian hukum yang kokoh. "Saya sampaikan dengan jelas, tidak ada iklim investasi tanpa kepastian supremasi hukum yang adil. Tidak ada investor yang mau masuk ke negara yang tidak taat hukum. Saya bertekad memastikan supremasi hukum di bawah pemerintahan saya," tegas Prabowo, disambut sorak-sorai hadirin.

COLLABMEDIANET

Namun, bukan hanya retorika semata. Sebagai bukti konkret dari komitmen tersebut, Prabowo memaparkan serangkaian langkah progresif yang telah diambil pemerintahannya sepanjang tahun 2025. Fokus utama adalah pemberantasan praktik korupsi dan aktivitas ilegal yang merugikan negara, khususnya di sektor kehutanan dan pertambangan.

Data yang diungkapkan cukup mengejutkan: pemerintah berhasil menyita sekitar 4 juta hektare lahan perkebunan dan tambang ilegal yang selama ini beroperasi tanpa izin atau melanggar regulasi. Lebih jauh, otoritas juga telah mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti secara masif melakukan perusakan lingkungan, serta menutup ribuan titik tambang ilegal yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam nada yang penuh keyakinan, Prabowo menyebut tindakan ini sebagai "penegakan hukum kehutanan paling berani dalam sejarah Indonesia." Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk kompromi atau jalan mundur dalam upaya ini. "Rakyat saya menuntut hal ini, dan kami bertekad melayani mereka dengan jujur. Saya bertekad menegakkan sumpah jabatan saya, membela konstitusi, dan menegakkan hukum," pungkasnya, sembari menambahkan bahwa upaya ini mungkin jarang terekspos karena pemerintahannya tidak gemar memamerkan pencapaian.

Langkah-langkah radikal ini, meski mungkin menimbulkan riak di awal, diyakini fundamental bagi keberlanjutan ekonomi nasional. Bagi para investor, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku ilegal dan perusak lingkungan justru akan meningkatkan kepercayaan jangka panjang. Hal ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Indonesia serius dalam menciptakan lingkungan bisnis yang transparan, minim risiko, dan patuh pada prinsip-prinsip tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG) yang semakin menjadi tuntutan global. Dengan demikian, investasi yang masuk diharapkan adalah investasi berkualitas yang berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar