mediaseruni.co.id – Kepala Badan Pangan Nasional Bapanas Andi Amran Sulaiman baru saja mengangkat tiga figur kunci pada Senin 14 September 2026. Mereka langsung dihadapkan pada tugas berat menjaga stabilitas harga pangan dan menumpas praktik curang beras fortifikasi yang meresahkan publik.
Ketiga pejabat yang kini mengemban amanah tersebut adalah Mayjen TNI Purn Ito Hediarto sebagai Sekretaris Utama Brigjen Pol Hermawan sebagai Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan serta Aulia Sofyan sebagai Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi.

Amran menegaskan bahwa tugas mereka bukan main-main. Stabilitas harga pangan harus menjadi prioritas utama. Selain itu ia secara khusus menyoroti masalah pelanggaran pada produk beras fortifikasi premium yang disebutnya tidak boleh ditoleransi. "Kami memberikan tugas sederhana namun sangat krusial stabilkan harga dan tuntaskan pelanggaran fortifikasi beras premium ini" tegas Amran. Ia menambahkan kita harus melindungi pangan dari oknum yang mempermainkan.

Related Post
Sebelumnya Amran telah mengungkapkan temuan mengejutkan 93 persen dari sampel beras fortifikasi yang diuji laboratorium tidak memenuhi standar yang berlaku. Investigasi ini melibatkan 178 sampel yang diambil dari 11 provinsi berbeda. Hasil pengujian menunjukkan sebagian besar produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi ternyata tidak memiliki kandungan gizi yang dijanjikan.
"Bayangkan ini disampaikan bahwa fortifikasi ini beras bervitamin ternyata tidak ada" ungkap Amran dengan nada prihatin. Ia menilai masalah ini sangat serius mengingat beras fortifikasi sering dijual dengan harga jauh lebih tinggi dari beras biasa. Konsumen yang membeli produk ini berharap mendapatkan tambahan vitamin dan mineral namun kenyataannya mereka tertipu. Ini adalah bentuk penipuan yang merugikan masyarakat luas.







Tinggalkan komentar