Menkeu Baru Suahasil Hadapi Ujian Berat Ini

Menkeu Baru Suahasil Hadapi Ujian Berat Ini

mediaseruni.co.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara Jakarta pada Senin 14 September 2026. Ia kini mengemban tugas berat menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Penunjukan ini bukan sekadar rotasi biasa namun membawa harapan besar akan perubahan arah kebijakan fiskal yang lebih berani dan terukur.

Suahasil kini dihadapkan pada tuntutan untuk menjadi antitesis dari gaya kebijakan fiskal sebelumnya yang sering disebut eksperimental dan sulit diprediksi pasar. Ekonom Achmad Nur Hidayat dari UPN Veteran Jakarta menegaskan pentingnya keberanian dalam mengambil kebijakan fiskal yang tegas. Namun ia juga mengingatkan agar semangat industrialisasi dan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Harapan publik adalah agar Menkeu baru mampu mengatasi benturan komunikasi dan ketidakpastian kebijakan masa lalu sambil tetap menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Menkeu Baru Suahasil Hadapi Ujian Berat Ini
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sosok Suahasil sendiri bukanlah nama asing di lingkungan Kementerian Keuangan. Dengan rekam jejak memimpin Badan Kebijakan Fiskal dan menjabat Wakil Menteri Keuangan selama bertahun-tahun ia sangat memahami seluk-beluk APBN skema subsidi sistem perpajakan hingga mekanisme pembiayaan negara. Namun justru pengalaman sebagai orang dalam sistem ini menjadi tantangan tersendiri. Publik menanti gebrakan struktural yang melampaui rutinitas birokrasi.

COLLABMEDIANET

Achmad Nur Hidayat juga menyoroti pentingnya menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap PDB sebagai indikator penting bagi pasar. Namun angka defisit yang tampak aman di kisaran 28 hingga 29 persen bisa jadi semu. Terutama jika dicapai melalui pemotongan transfer ke daerah secara serampangan pemangkasan subsidi yang tidak tepat menekan kelas menengah atau memindahkan beban kewajiban ke luar neraca negara. Ini bukan cerminan kesehatan anggaran yang sesungguhnya.

Lembaga pemeringkat global seperti Fitch dan Moody’s terus memantau ketat konsistensi regulasi kepastian kebijakan kelemahan penerimaan negara serta potensi risiko dari kewajiban kontinjensi. Semua aspek ini akan menjadi sorotan utama bagi kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar