mediaseruni.co.id – Angin segar berhembus bagi jutaan keluarga prasejahtera di Tanah Air. Sebanyak 50 juta warga miskin dipastikan akan segera merasakan manfaat program perlindungan sosial (perlinsos) berbasis digital yang revolusioner. Sistem ini dirancang untuk menyalurkan bantuan langsung ke rekening penerima mulai tahun 2027, menjamin ketepatan sasaran yang selama ini menjadi persoalan krusial.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan optimisme besar terhadap program ini. Menurutnya, sistem canggih ini siap diluncurkan secara nasional pada Oktober 2026. "Kami sudah merancang agar pada minggu ketiga Oktober, sistem ini bisa mulai bergulir. Harapan kami, saat Presiden meluncurkannya nanti, tidak ada lagi kendala berarti," ujar Luhut dalam sebuah konferensi pers di kantor DEN Jakarta.

Pengembangan sistem ini telah memakan waktu sekitar satu tahun, dengan Banyuwangi Jawa Timur menjadi lokasi uji coba awal yang sukses. Hingga kini, jangkauan pendataan perlinsos digital telah mencakup 215 kabupaten dan kota. Luhut menegaskan, inovasi ini menjadi solusi ampuh untuk mengakhiri masalah klasik salah sasaran bantuan sosial, di mana banyak pihak yang berhak justru terlewatkan. "Lima puluh juta masyarakat termiskin itu sudah pasti akan mendapatkan haknya," tegas Luhut yang juga memimpin Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah KPTDP.

Related Post
Setelah seluruh data rampung dan valid, langkah selanjutnya adalah integrasi sistem perlinsos digital dengan rekening bank para penerima. Luhut menargetkan uji coba penyaluran bantuan secara digital melalui rekening akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2027. "Kami akan melakukan uji coba distribusi pada awal tahun depan. Tahun ini fokus kami adalah menertibkan semua data, karena selama ini sekitar 50 persen bantuan seringkali tidak tepat sasaran," pungkasnya.









Tinggalkan komentar