mediaseruni.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan yang berpotensi mengubah peta fiskal negara. Ia memastikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menyumbangkan laba BUMN sebesar Rp120 triliun ke kas negara pada tahun 2026. Angka fantastis ini diharapkan menjadi penopang kuat bagi stabilitas anggaran pemerintah.
Kontribusi jumbo dari Danantara ini diproyeksikan mampu meredam defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Sebelumnya, pemerintah telah merevisi proyeksi defisit APBN menjadi sekitar Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Suntikan dana segar ini diharapkan dapat menjaga agar defisit tetap terkendali sesuai target.

Purbaya menjelaskan, keputusan untuk menyetorkan keuntungan sebesar Rp120 triliun ini merupakan instruksi langsung dari Presiden. Hal ini didasari oleh kinerja dan pertumbuhan laba Danantara yang dinilai sangat pesat dan melampaui ekspektasi. Angka ini jauh melampaui realisasi pembagian dividen BUMN pada tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya berkisar Rp90 triliun.

Related Post
"Poin utamanya adalah untuk memperkuat cadangan fiskal kita, sehingga posisi anggaran semakin kokoh dan defisit tetap terjaga di level 2,85 persen," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat lalu. Ia menambahkan, dana ini juga akan berfungsi sebagai penyangga jika sewaktu-waktu muncul kebutuhan belanja tak terduga yang mendesak.
Menurut Purbaya, dana sebesar Rp120 triliun tersebut akan dialokasikan ke dalam pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lain-lain. Meskipun jumlahnya sudah final dan dikonfirmasi, regulator fiskal masih menanti proses pencairan dan transfer dana dari pihak Danantara. "Angkanya sudah pasti, tinggal menunggu kapan akan dikirim. Saya juga ingin bertanya kepada Bapak Rosan (Kepala Danantara) kapan dana itu akan ditransfer," pungkasnya.







Tinggalkan komentar