mediaseruni.co.id – Jakarta menjadi saksi bisu lahirnya era baru industri emas nasional. Para pemain kunci di sektor komoditas berharga ini berkumpul di Pegadaian Tower pada Senin 20 Juli demi meresmikan Indonesia Bullion Market Association IBMA. Momen ini bukan sekadar pertemuan biasa melainkan penanda dimulainya perjalanan Indonesia menuju pasar bullion modern yang terintegrasi dan siap bersaing di kancah global. Ini adalah langkah krusial untuk mengoptimalkan potensi emas Tanah Air.
Pucuk pimpinan IBMA kini dipegang oleh sosok berpengalaman Selfie Dewiyanti. Direktur Pemasaran Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Persero ini secara aklamasi terpilih dan disahkan sebagai Ketua Umum asosiasi. Kepemimpinannya diharapkan membawa angin segar bagi pengembangan pasar emas di Indonesia serta memperkuat posisi Tanah Air di kancah internasional.

Sidang pleno tersebut mengukuhkan sejumlah keputusan penting. Pengesahan Anggaran Dasar AD serta penetapan Anggaran Rumah Tangga ART menjadi prioritas utama. Seluruhnya ditutup dengan penandatanganan berita acara resmi. Ini adalah tindak lanjut dari komitmen 11 perusahaan pendiri yang telah bersepakat beberapa waktu sebelumnya untuk membentuk wadah bersama ini demi kemajuan industri.

Related Post
Proses administratif pembentukan IBMA tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah. Tim Formatur Tim Teknis dan Tim Notaris bekerja keras menuntaskan segala detail di bawah arahan strategis Ferry Irawan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko RI. Sinergi ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam memajukan industri emas.
Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah dikenal sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia. Fondasi geologis yang kuat seharusnya menjadikan Tanah Air sebagai pusat pasar bullion global. Namun potensi raksasa ini belum sepenuhnya tergarap optimal. Ketiadaan lembaga tunggal yang menyatukan seluruh pelaku usaha dan menetapkan standar industri yang seragam menjadi penghambat utama. IBMA hadir sebagai jawaban untuk mengisi kekosongan tersebut dan membuka jalan bagi optimalisasi aset emas nasional.









Tinggalkan komentar