mediaseruni.co.id – Sorotan publik tertuju pada Koperasi Merah Putih di kawasan Melawai Jakarta Selatan setelah terungkap hanya meraup laba tak lebih dari Rp78 ribu dalam kurun waktu setengah tahun. Menteri Koperasi Ferry Juliantono akhirnya angkat bicara menanggapi fenomena mengejutkan ini.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai memiliki sifat dan model yang berbeda. Menurutnya tidak adil jika membandingkan koperasi ini dengan koperasi desa pada umumnya baik dari segi model bisnis maupun studi kelayakan usaha.

Ia menegaskan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai ini berdiri atas inisiatif mandiri para pengurusnya. Kementerian Koperasi sendiri kata Ferry belum secara intensif menjangkau wilayah kelurahan terutama di kota-kota metropolitan seperti Jakarta.

Related Post
Ferry melanjutkan koperasi yang beroperasi di lingkungan perkotaan menuntut pendekatan bisnis yang jauh berbeda dibandingkan dengan koperasi di daerah pedesaan. Perbedaan ini lanjutnya sangat mempengaruhi model bisnis dan studi kelayakan yang harus diterapkan. Skema yang cocok untuk koperasi di pedesaan atau kelurahan non-kota besar belum tentu relevan untuk koperasi di jantung ibu kota.
Untuk mengatasi tantangan ini Kementerian Koperasi kini tengah merancang sebuah prototipe khusus. Prototipe ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih dan koperasi serupa di kota-kota besar lainnya agar lebih selaras dengan dinamika dan potensi ekonomi urban.









Tinggalkan komentar