Gejolak Global Mencekam! Harga Tiket Pesawat Terancam Meroket?
JAKARTA – Prospek kenaikan harga tiket pesawat kembali mencuat di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengindikasikan adanya kajian mendalam terkait penyesuaian tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) untuk sektor penerbangan.
Dudy menjelaskan, evaluasi terhadap TBB/TBA akan dilakukan jika harga avtur, komponen biaya operasional yang signifikan, terus mengalami peningkatan. "Meskipun masyarakat masih mengharapkan harga tiket turun, kondisi global saat ini menuntut kita untuk mengantisipasi berbagai skenario," ujar Menhub saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026).

Related Post
Pertimbangan yang akan diambil sangat komprehensif, meliputi kondisi finansial maskapai penerbangan, daya beli masyarakat, keberlanjutan industri aviasi, serta aspek krusial seperti keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan.
Senada, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari operator maskapai, pengelola bandara, hingga pemasok avtur. Tujuannya adalah memantau dinamika harga dan dampaknya terhadap operasional penerbangan.
"Pemerintah juga sedang mengkaji berbagai usulan stimulus bagi industri, dengan tetap mempertimbangkan kapasitas fiskal negara dan kepentingan konsumen," tegas Lukman dalam pernyataan resmi (25/3/2026). Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kelangsungan bisnis industri penerbangan dan perlindungan masyarakat luas.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, telah menyoroti dampak langsung konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran terhadap ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan harga minyak mentah dunia dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS secara langsung membebani struktur biaya operasional maskapai, mendorong urgensi peninjauan tarif. Situasi ini menciptakan dilema bagi regulator untuk menjaga stabilitas industri tanpa membebani konsumen secara berlebihan.









Tinggalkan komentar