JAKARTA, mediaseruni.co.id – Sabtu, 07 Februari 2026 | 05:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengumumkan rencana strategis pemerintah untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui skema Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan masyarakat secara lebih merata, menghindari penumpukan yang kerap memicu kemacetan parah dan kerugian ekonomi.
Airlangga menjelaskan, penerapan WFA akan dibagi menjadi dua periode krusial. "Jadi kalau boleh di-spill work from anywhere-nya tanggal 16-17, tanggal 25, 26, 27," ungkapnya dalam sambutan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta.

Related Post
Periode pertama, tanggal 16 dan 17 Maret, bertepatan dengan momentum Hari Raya Nyepi dan dirancang untuk mendukung gelombang awal arus mudik. Langkah ini bertujuan agar masyarakat yang memiliki fleksibilitas kerja dapat memulai perjalanan lebih awal, mengurangi konsentrasi kendaraan menjelang puncak Lebaran.
Sementara itu, periode kedua pada tanggal 25 hingga 27 Maret dialokasikan khusus untuk mengantisipasi puncak arus balik Lebaran 2026. Dengan memberikan opsi WFA, pemerintah berharap dapat menunda sebagian besar kepulangan pekerja ke kota-kota besar, sehingga tekanan pada infrastruktur transportasi dapat diminimalisir.
WFA sebagai Instrumen Makroekonomi
Kebijakan WFA ini bukan sekadar relaksasi kerja, melainkan instrumen makroekonomi yang vital untuk menjaga stabilitas dan kelancaran logistik nasional. Dengan mendorong masyarakat untuk mudik lebih awal atau kembali lebih lambat, pemerintah berharap dapat mengurangi tekanan pada infrastruktur transportasi dan logistik pada periode puncak. Ini secara tidak langsung akan berdampak positif pada efisiensi distribusi barang dan jasa, serta mengurangi potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan parah yang bisa mencapai triliunan rupiah.
"Harapannya dengan pemberlakuan WFA bisa membuat masyarakat melakukan mudik lebih awal sehingga pergerakan orang tidak terkonsentrasi pada satu waktu saja," tegas Airlangga, menekankan pentingnya pemerataan mobilitas.
Insentif Transportasi Turut Mendukung
Selain WFA, pemerintah juga menyiapkan serangkaian insentif untuk lebih memecah konsentrasi pergerakan. Diskon tarif transportasi menjadi andalan, mencakup potongan harga tol untuk periode tertentu—seperti yang sukses diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya—serta diskon untuk angkutan umum seperti kapal laut, kereta api, dan pesawat terbang. Langkah komprehensif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan perayaan Lebaran berjalan lancar tanpa mengganggu roda perekonomian dan aktivitas masyarakat.
Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman mudik dan balik yang lebih nyaman bagi masyarakat, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pasca-Lebaran.







Tinggalkan komentar