Produksi Gula Nasional Pecah Rekor Baru

Produksi Gula Nasional Pecah Rekor Baru

mediaseruni.co.id – Industri gula nasional tengah bersiap menyambut pencapaian bersejarah. Berdasarkan proyeksi terbaru, produksi gula berbasis tebu di tanah air diperkirakan akan menyentuh angka 2,8 juta ton pada tahun 2026. Angka fantastis ini menandai level produksi tertinggi yang pernah dicapai dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Hingga memasuki awal November 2026, geliat industri ini sudah menunjukkan tren positif. Data menunjukkan bahwa produksi nasional telah menyentuh kisaran 2,6 juta hingga 2,7 juta ton. Meskipun demikian, angka tersebut masih berpotensi terus merangkak naik mengingat sejumlah pabrik gula di berbagai wilayah masih dalam proses menyelesaikan musim giling mereka.

Produksi Gula Nasional Pecah Rekor Baru
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa lonjakan produksi ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor kunci yang menjadi motor penggerak utama di balik keberhasilan ini. Menurutnya, perluasan lahan tebu yang signifikan serta keberhasilan program bongkar ratun menjadi fondasi kuat bagi peningkatan output nasional.

COLLABMEDIANET

Selain faktor teknis lahan, kualitas tebu yang dipanen tahun ini juga mengalami peningkatan yang cukup mencolok. Dwi menjelaskan bahwa nilai rendemen, atau kadar kandungan gula di dalam batang tebu, menunjukkan tren yang sangat baik.

Menariknya, fenomena alam yang sempat dikhawatirkan justru memberikan dampak tak terduga bagi para petani. Fenomena El Nino yang membawa kondisi cuaca lebih kering ternyata menjadi salah satu pemicu meningkatnya rendemen tebu. Iklim yang kering membuat konsentrasi gula dalam tanaman menjadi lebih padat.

"Tahun ini rendemennya sangat bagus. Salah satu faktor pendukungnya adalah pengaruh El Nino yang menciptakan iklim lebih kering, sehingga kandungan gula dalam tanaman meningkat secara alami. Meskipun ada sedikit penurunan pada bobot tebu akibat cuaca tersebut, namun secara akumulatif produksi nasional tetap melonjak karena didukung oleh luas areal tanam yang bertambah," ujar Dwi dalam keterangannya pada Minggu (8/11/2026).

Tidak hanya dari sisi volume produksi, aspek ekonomi juga menunjukkan kabar baik bagi para pelaku industri. Kondisi harga gula di pasar saat ini sedang berada dalam posisi yang menguntungkan. Dwi menyebutkan bahwa harga lelang gula saat ini telah melampaui angka Rp17.000 per kilogram.

Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga acuan pembelian di tingkat produsen yang berada di kisaran Rp14.500 per kilogram. Selisih harga yang cukup lebar ini diharapkan dapat memberikan napas segar bagi kesejahteraan petani tebu dan meningkatkan profitabilitas pabrik-pabrik gula.

Optimisme ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahun ini saja. Dengan pendapatan yang lebih baik, para pelaku industri dan petani diharapkan memiliki modal yang cukup untuk melakukan ekspansi, terutama dalam memperluas areal tanam pada musim berikutnya guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar