mediaseruni.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali menunjukkan komitmen serius dalam menjaga ekosistem perairan di wilayahnya. Melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Pemkab Klaten menggelar Apel Siaga Forum Sekolah Sungai yang dipusatkan di kawasan Sungai Bendo, Desa Buntalan, pada Jumat (23/10). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memastikan kelestarian sungai tetap terjaga dari ancaman kerusakan lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dengan Kelompok Peduli Sungai (KPS) Girli. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, di mana pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai.

Plt. Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, yang akrab disapa Linda, menyatakan apresiasi yang mendalam atas inisiatif masyarakat setempat. Menurutnya, semangat warga di Desa Buntalan dalam menjaga sungai patut menjadi teladan bagi wilayah lain. Ia melihat adanya kesadaran tinggi dari masyarakat untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan alam, khususnya sungai.

Related Post
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar. Kami merasa sangat terinspirasi melihat bagaimana masyarakat di sini mampu menjaga kelestarian sungai meskipun mereka hidup berdampingan langsung dengan aliran air tersebut," ujar Linda di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Linda menekankan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian sungai bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Ia mengingatkan bahwa kondisi sungai akan berdampak langsung pada kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat secara luas. Jika sungai tercemar, maka risiko bencana dan gangguan kesehatan akan mengintai warga di sekitarnya.
"Harapan kami, seluruh masyarakat Kabupaten Klaten yang tinggal di bantaran sungai dapat memiliki kesadaran yang sama untuk saling menjaga. Kelestarian sungai adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan kita bersama," tambahnya.
Aksi peduli lingkungan ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan melibatkan berbagai instansi penting untuk memastikan keberlanjutan program. Terlihat hadir perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Selain itu, dukungan juga datang dari unsur Basarnas, TNI, Polri, serta Forum Sekolah Sungai.
Rangkaian kegiatan dalam apel siaga ini meliputi pengukuhan pengurus harian Forum Sekolah Sungai sebagai wadah edukasi lingkungan. Selain itu, dilakukan pula penyerahan alat-alat kebersihan kepada pengurus, penandatanganan komitmen bersama untuk pelestarian lingkungan, aksi bersih sungai, penebaran benih ikan, hingga penanaman pohon di area sekitar bantaran sungai. Melalui berbagai aksi ini, Pemkab Klaten berharap ekosistem Sungai Bendo dapat kembali pulih dan tetap lestari untuk generasi mendatang.










Tinggalkan komentar