mediaseruni.co.id – Dunia politik tanah air kembali dikejutkan dengan sebuah langkah strategis dari Presiden Prabowo Subianto. Tokoh intelektual sekaligus pengamat politik yang dikenal vokal, Rocky Gerung, secara resmi telah dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026).
Keputusan Presiden Prabowo untuk merangkul Rocky Gerung memicu beragam reaksi dari masyarakat. Selama ini, nama Rocky Gerung identik dengan kritik-kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah dan seringkali menjadi suara oposisi yang lantang di berbagai ruang diskusi publik. Kehadirannya di dalam lingkaran pemerintahan tentu menjadi fenomena menarik bagi para pengamat politik.

Menanggapi perubahan statusnya dari seorang pengamat menjadi bagian dari perangkat negara, Rocky Gerung memberikan pernyataan yang cukup lugas. Ia menegaskan bahwa posisi barunya di Wantimpres tidak akan mengubah prinsip dasar maupun cara berpikirnya yang selama ini ia sampaikan kepada publik. Menurutnya, ia hanya mengalami perpindahan posisi secara fisik dan administratif.

Related Post
"Ya kan cuma pindah, saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Udah," ujar Rocky Gerung dengan gaya bicaranya yang khas saat memberikan keterangan kepada awak media.
Rocky menjelaskan bahwa peran utama Wantimpres bukanlah untuk menjalankan fungsi teknis atau administratif pemerintahan, melainkan memberikan pertimbangan strategis kepada Presiden. Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah memberikan masukan, terutama dari aspek etis dan filosofis, guna memastikan kebijakan yang diambil pemerintah tetap berada pada koridor yang tepat. Dengan demikian, ia merasa tetap bisa menjalankan fungsi kritisnya meskipun kini berada di dalam sistem.
Bagi masyarakat yang belum mengenal lebih jauh, Rocky Gerung merupakan sosok akademisi yang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini merupakan alumnus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI). Ia menyelesaikan studinya di jurusan Ilmu Filsafat pada tahun 1986.
Latar belakang filsafat inilah yang membentuk pola pikir kritis dan logis yang selalu ia gunakan dalam setiap diskursus politik. Kemampuannya dalam membedah kebijakan melalui kacamata logika dan etika diharapkan dapat memberikan warna baru bagi Dewan Pertimbangan Presiden dalam membantu tugas-tugas Presiden Prabowo Subianto ke depan.
Kini, publik akan menanti bagaimana peran nyata Rocky Gerung di dalam pemerintahan. Apakah kehadirannya akan membawa perubahan signifikan pada kualitas pertimbangan kebijakan pemerintah, ataukah ia akan tetap menjadi sosok yang paling vokal dalam mengkritik kebijakan yang dianggapnya tidak sesuai dengan nilai-nilai etika yang ia yakini. Satu hal yang pasti, kehadiran Rocky Gerung di Wantimpres telah menandai babak baru dalam dinamika politik nasional di era pemerintahan saat ini.









Tinggalkan komentar