mediaseruni.co.id – Guncangan hebat yang melanda wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, telah memakan korban jiwa. Seorang warga lanjut usia dilaporkan meninggal dunia setelah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang terjadi pada Minggu pagi. Peristiwa memilukan ini menambah daftar panjang dampak psikologis dan fisik yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.
Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernadus Bili Kandi, mengonfirmasi bahwa korban merupakan seorang lansia berusia 73 tahun. Berdasarkan keterangan awal, penyebab kematian korban bukan disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan, melainkan karena kondisi syok atau kaget yang luar biasa saat guncangan terjadi.

"Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi," ujar AKP Bernadus Bili Kandi sebagaimana dikutip pada Minggu (4/10).

Related Post
Kronologi kejadian bermula ketika gempa kuat mengguncang pemukiman warga pada pukul 06.55 WITA. Dalam kepanikan tersebut, anggota keluarga korban berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Melihat situasi yang mencekam dan kepanikan keluarganya, korban sempat berusaha keluar rumah. Namun, hanya berselang beberapa menit setelah berada di luar, korban tiba-tiba jatuh, tidak sadarkan diri, dan dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, pihak keluarga telah menyemayamkan jenazah korban di rumah duka.
Selain jatuhnya korban jiwa, dampak kerusakan infrastruktur juga dilaporkan cukup signifikan. Gempa ini diduga telah merusak sejumlah bangunan, termasuk satu unit sekolah yang mengalami kerusakan berat. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memberikan angka pasti mengenai total kerugian materiil.
"Kami belum bisa memastikan data kerusakan secara menyeluruh. Tim dari BPBD bersama anggota terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut di lapangan sejak pagi tadi," tambah AKP Bernadus.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pusat gempa berada di laut, tepatnya 14 km arah barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman hanya 10 km. Meskipun guncangan terasa sangat kuat selama kurang lebih satu menit di wilayah Sumba Barat Daya, Sumba Barat, hingga Manggarai Barat, BNPB menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari instansi pemerintah terkait.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi gempa susulan. Jika terjadi guncangan kembali, warga disarankan untuk menjauhi bangunan yang sudah mengalami retakan dan menghindari area tepi pantai untuk sementara waktu demi keamanan bersama.









Tinggalkan komentar