mediaseruni.co.id – Langkah strategis diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menyusun struktur pendukung pemerintahan di awal masa jabatannya. Pada Jumat (2/10), suasana di Istana Kepresidenan Jakarta tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hiruk-pikuk persiapan transisi pemerintahan, Presiden Prabowo secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru. Langkah ini menjadi sorotan tajam publik, mengingat posisi Wantimpres telah mengalami kekosongan selama hampir dua tahun sejak berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo.
Pengisian posisi Wantimpres ini dianggap sebagai langkah krusial bagi Prabowo untuk mendapatkan masukan strategis dalam menjalankan roda pemerintahan. Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut, Presiden Prabowo menunjuk sosok-sosok berpengalaman untuk mengisi kursi dewan tersebut. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Pratikno. Tokoh yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini kini dipercaya mengemban amanah besar sebagai Ketua Wantimpres.

Tak sendirian, Pratikno akan didampingi oleh sosok senior yang sudah tidak asing lagi dalam kancah politik nasional, yakni Hatta Rajasa, yang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Kolaborasi antara Pratikno dan Hatta Rajasa diprediksi akan memberikan warna baru dalam pemberian pertimbangan kepada Presiden, terutama dalam menghadapi dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks di masa mendatang.

Related Post
Selain dua tokoh utama tersebut, struktur Wantimpres juga diperkuat dengan penunjukan Muhammad Qodari. Qodari, yang sebelumnya memiliki rekam jejak sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom), kini resmi dilantik untuk menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris sekaligus anggota Wantimpres. Penunjukan Qodari dinilai sebagai langkah taktis untuk memastikan koordinasi internal dewan berjalan dengan lancar dan efisien.
Kehadiran Wantimpres yang baru ini diharapkan mampu mengisi kekosongan fungsi penasihat presiden yang sempat hilang dalam periode transisi. Dengan komposisi anggota yang terdiri dari para ahli dan politisi senior, pemerintah berharap dapat merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan tepat sasaran. Masyarakat kini menanti bagaimana peran dewan ini dalam membantu Presiden Prabowo menavigasi berbagai tantangan ekonomi dan stabilitas nasional di tahun-tahun mendatang.
Pelantikan ini juga menandai dimulainya babak baru dalam tata kelola pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Dengan formasi Wantimpres yang telah terbentuk, fokus pemerintah selanjutnya diprediksi akan beralih pada implementasi program-program kerja besar yang telah dijanjikan kepada rakyat. Melansir informasi dari mediaseruni.co.id, penguatan lembaga penasihat ini menjadi sinyal bahwa Prabowo sangat serius dalam membangun fondasi pemerintahan yang kuat dan berbasis pada pertimbangan yang matang.









Tinggalkan komentar