mediaseruni.co.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan perombakan strategis dalam jajaran kabinetnya dengan melantik Bahlil Lahadalia ke posisi krusial. Dalam upacara pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Kepresidenan pada Kamis (1/10/2026), Bahlil resmi mengemban amanah baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah keputusan Presiden yang memberikan tanggung jawab tambahan kepada Bahlil untuk merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Prosesi pelantikan tersebut diawali dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Di hadapan para tamu undangan dan pejabat negara, Bahlil mengucapkan sumpah setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ia berkomitmen untuk menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan penuh integritas demi pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Bahlil dengan lantang saat membacakan naskah sumpah. Tak hanya itu, ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dan jabatan tersebut dengan menjunjung tinggi etika profesi serta penuh rasa tanggung jawab.

Related Post
Langkah Presiden Prabowo yang memberikan dua jabatan sekaligus kepada Bahlil dinilai sebagai upaya untuk mempercepat integrasi kebijakan antara hilirisasi industri dengan pengelolaan energi nasional. Dengan posisi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil diharapkan mampu menyelaraskan langkah kementerian-kementerian terkait agar target hilirisasi komoditas unggulan Indonesia dapat berjalan beriringan dengan agenda transisi energi hijau yang sedang digalakkan pemerintah.
Mengenai penunjukan mengejutkan ini, Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan instruksi langsung melalui komunikasi telepon dari Sekretaris Kabinet. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengemban beban tugas yang cukup berat tersebut demi mendukung visi besar pemerintahan Presiden Prabowo.
"Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab, untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," ujar Bahlil singkat kepada awak media usai pelantikan.
Kombinasi jabatan ini diprediksi akan membawa dinamika baru dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Sebagai menteri yang juga memegang kendali di sektor ESDM, Bahlil memiliki otoritas penuh untuk memastikan bahwa proses hilirisasi tidak hanya berhenti pada pengolahan bahan mentah, tetapi juga memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan untuk mendukung industri tersebut. Publik kini menanti bagaimana efektivitas kepemimpinan Bahlil dalam mengelola dua sektor vital yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional ini.








Tinggalkan komentar