mediaseruni.co.id – Bank Indonesia BI mengeluarkan peringatan serius tentang ancaman siber yang membayangi perekonomian nasional. Proyeksi mengejutkan menunjukkan kerugian akibat kejahatan digital di Tanah Air bisa melambung hingga Rp1107 triliun pada tahun 2026. Angka fantastis ini muncul seiring pesatnya adopsi teknologi dan kecerdasan buatan.
Menyikapi potensi bahaya ini bank sentral segera memperkuat benteng pertahanan digitalnya. Langkah konkret meliputi penguatan sistem keamanan siber peningkatan literasi digital masyarakat serta perlindungan konsumen. Gubernur BI Destry Damayanti secara tegas menyoroti bagaimana kemajuan pesat kecerdasan buatan AI justru menjadi pedang bermata dua yang memperparah risiko kejahatan siber penipuan dan skema scam di sektor keuangan.

Dalam pidatonya di pembukaan FEKDI x IFSE 2026 Destry Damayanti mengutip data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia APJII. Ia menegaskan bahwa proyeksi kerugian akibat serangan siber di Indonesia pada 2026 saja diperkirakan mencapai sekitar 62 miliar dolar AS atau setara Rp1107 triliun.

Related Post
Destry juga memaparkan dilema digitalisasi. Di satu sisi ia mengakui bahwa transformasi digital adalah motor penggerak vital bagi ekonomi dan daya saing bangsa. Namun di sisi lain ia mengingatkan bahwa kemajuan ini datang bersamaan dengan spektrum risiko siber yang semakin kompleks dan memerlukan pemahaman serta kewaspadaan kolektif dari semua pihak. Ia menambahkan bahwa lonjakan inovasi AI saat ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan drastis risiko kejahatan siber penipuan finansial dan berbagai modus scam yang semakin canggih.









Tinggalkan komentar