mediaseruni.co.id – Dunia perberasan nasional kini tengah digegerkan oleh penarikan puluhan merek beras fortifikasi dari pasaran. Sebanyak 25 merek beras yang beredar diduga kuat tidak memenuhi standar mutu dan klaim kandungan gizi sesuai labelnya. Situasi ini sontak memicu kekhawatiran publik akan ketersediaan beras berkualitas di tengah masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Bapanas Andi Amran Sulaiman langsung bertindak tegas. Ia memerintahkan Perum Bulog untuk segera mengoptimalkan distribusi beras premium ke seluruh jaringan ritel modern. Amran menekankan tidak ada alasan lain kecuali memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa hambatan. Pasokan beras premium Bulog disebutnya melimpah dan harus segera disalurkan.

Langkah penarikan ini bukan tanpa alasan. Bapanas mengungkap temuan mengejutkan: 25 merek beras yang dilabeli sebagai beras fortifikasi ternyata tidak memenuhi standar mutu dan kandungan gizi yang disyaratkan. Standar Nasional Indonesia SNI 9314:2024 untuk kernel fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi menjadi patokan yang dilanggar.

Related Post
Indikasi kecurangan ini terendus setelah pemerintah melakukan inspeksi mendalam terhadap peredaran beras di pasaran. Amran membeberkan adanya dugaan modus operandi baru yaitu pengalihan label dari beras premium menjadi beras fortifikasi. Untuk membuktikan kecurigaan tersebut pengujian laboratorium dilakukan di empat lembaga kredibel. Hasilnya mengejutkan label fortifikasi yang tertera tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.







Tinggalkan komentar