Isi Artikel:
Jakarta, mediaseruni.co.id – Program ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 3 juta rumah mendapat dukungan penuh dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, meyakini bahwa program ini bukan sekadar membangun hunian, melainkan memiliki efek domino yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Anindya menjelaskan, sektor perumahan memiliki daya ungkit ekonomi yang luar biasa. "Ada sekitar 9 juta tenaga kerja yang terlibat langsung dalam jasa konstruksi perumahan. Setiap unit rumah melibatkan 5 hingga 6 pekerja, ditambah lagi sekitar 140 vendor dari berbagai sektor, mulai dari semen, baja, hingga jasa transportasi. Efek multiplier-nya sangat besar," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Related Post
Kadin melihat program 3 juta rumah ini sebagai stimulus yang kuat untuk menggerakkan roda ekonomi. Selain menciptakan lapangan kerja, program ini juga akan meningkatkan permintaan terhadap berbagai produk industri pendukung perumahan.
Lebih lanjut, Anindya menyoroti pentingnya gotong royong dalam merealisasikan program ini. Ia juga menekankan bahwa tingginya biaya modal seringkali menjadi kendala bagi pengusaha properti. Oleh karena itu, subsidi bunga sebesar 5 persen yang dijanjikan pemerintah akan menjadi angin segar dibandingkan dengan bunga komersial perbankan.
"Dengan dukungan pemerintah dan sinergi antara pelaku usaha, program 3 juta rumah ini berpotensi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Anindya. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah backlog perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.









Tinggalkan komentar