JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersiap meluncurkan program bantuan pangan berskala masif, menyalurkan beras dan minyak goreng MinyaKita kepada jutaan keluarga di seluruh Indonesia. Inisiatif strategis ini digadang-gadang sebagai langkah krusial untuk menekan laju inflasi pangan dan memperkuat daya beli masyarakat rentan, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
Program ini menargetkan 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebuah peningkatan signifikan hingga 81,9 persen dari program serupa sebelumnya. Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita, yang akan disalurkan selama dua bulan berturut-turut.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, menegaskan pentingnya program ini. "Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan sebesar 33,2 juta KPM," ujar Amran, seperti dikutip dari mediaseruni.co.id, Rabu (4/2/2026). Ia menambahkan harapannya agar stimulus ekonomi ini dapat menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan agar tetap stabil, terutama selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Related Post
Untuk merealisasikan penyaluran dua bulan sekaligus ini, Perum Bulog akan mengalokasikan stok beras sebesar 664,8 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter. Anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai angka fantastis, yakni Rp 11,92 triliun.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kesiapan penuh Bulog. "Terkait dengan Bulog penyaluran banpang di bulan Februari dan Maret, kami kebetulan sudah melaksanakan Rakortas dengan Menko Perekonomian tiga hari yang lalu. Syukur alhamdulillah sudah diputuskan dari Rakortas Menko Perekonomian," ungkap Rizal, menegaskan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari agar bantuan dapat tersalurkan sebelum Idulfitri di bulan Maret mendatang.
Dengan sinergi antara Bapanas dan Bulog, diharapkan program bantuan pangan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi jutaan keluarga, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian inflasi dan penguatan konsumsi domestik.









Tinggalkan komentar