Fenomena Gaji Minim di Asia: Iran Terjebak di Posisi Mana?

JAKARTA – Sebuah laporan terbaru menyoroti realitas upah di benua Asia, mengungkap daftar negara-negara dengan rata-rata gaji terendah. Yang menarik perhatian, Iran, negara yang kini tengah menjadi sorotan global akibat ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat dan Israel, disebut-sebut masuk dalam jajaran sepuluh besar negara dengan upah paling minim di kawasan ini.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kondisi upah yang relatif rendah ini umumnya ditemukan di negara-negara berkembang. Salah satu pemicu utamanya adalah ketidakseimbangan antara ketersediaan sumber daya manusia (SDM) atau angkatan kerja yang melimpah dengan terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Situasi ini secara langsung mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk menetapkan standar upah yang lebih tinggi, mengingat banyaknya pasokan tenaga kerja.

COLLABMEDIANET

Selain faktor fundamental tersebut, beberapa elemen lain turut berkontribusi pada rendahnya tingkat gaji. Ini termasuk tingkat pendapatan per kapita suatu negara, adopsi dan kemajuan teknologi, serta struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor-sektor seperti manufaktur dan pertanian – yang seringkali menawarkan upah lebih rendah dibandingkan sektor jasa atau teknologi tinggi. Kualitas pendidikan dan keterampilan angkatan kerja, serta efektivitas kebijakan upah minimum yang belum optimal, juga menjadi penentu penting dalam dinamika penggajian.

Data yang dirilis oleh Numbeo mengurutkan 33 negara di Asia berdasarkan rata-rata gaji bersih bulanan setelah pajak, disajikan dalam mata uang Dolar AS. Sementara itu, laporan Velocity Global tahun 2025 juga memberikan gambaran mengenai negara-negara dengan upah minimum terendah di dunia. Perlu dicatat, asumsi kurs rupiah pada Minggu (8/3/2026) adalah Rp16.300 per dolar AS, memberikan konteks nilai tukar terhadap pendapatan tersebut.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar