Wall Street Terbang! Data Tenaga Kerja Bikin Investor Sumringah?

Wall Street Terbang! Data Tenaga Kerja Bikin Investor Sumringah?

Jakarta, Mediaseruni.co.id – Wall Street memulai perdagangan Jumat (5/9/2025) dengan sentimen positif, didorong oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang mengejutkan. Perlambatan pertumbuhan lapangan kerja memicu spekulasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, sehingga memicu optimisme di kalangan investor.

Indeks S&P 500 langsung merespons dengan kenaikan 0,4% atau 28 poin. Nasdaq Composite, yang didominasi saham-saham teknologi, melesat lebih tinggi dengan penguatan 0,7% atau 142 poin. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average, yang berisi saham-saham perusahaan blue-chip, naik moderat sebesar 0,2% atau 127 poin.

 Wall Street Terbang! Data Tenaga Kerja Bikin Investor Sumringah?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Saham-saham tertentu mencuri perhatian. Broadcom Inc., perusahaan semikonduktor, melonjak lebih dari 13% setelah merilis laporan kinerja kuartalan yang solid. Kenaikan signifikan juga dialami oleh Samsara Inc., perusahaan teknologi yang fokus pada solusi Internet of Things (IoT), dengan lonjakan lebih dari 12%. DocuSign Inc., penyedia layanan tanda tangan digital, juga menikmati kenaikan sebesar 3%.

COLLABMEDIANET

Namun, sorotan utama tertuju pada data ketenagakerjaan AS. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) menunjukkan bahwa hanya 22.000 pekerjaan baru yang tercipta pada bulan Agustus. Angka ini jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang memperkirakan penambahan 75.000 pekerjaan, serta penurunan tajam dibandingkan bulan Juli.

Di sisi lain, tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 4,3%, naik tipis dari 4,2% pada bulan sebelumnya. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar.

Data NFP yang lemah ini memberikan harapan bagi para pelaku pasar bahwa The Fed akan mempertimbangkan kembali kebijakan moneter yang agresif. Suku bunga yang lebih rendah akan membuat biaya pinjaman lebih murah bagi perusahaan, sehingga dapat mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Data ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi The Fed," kata seorang analis pasar modal. "Jika tren perlambatan ekonomi terus berlanjut, ada kemungkinan The Fed akan menunda atau bahkan menghentikan kenaikan suku bunga."

Namun, beberapa ekonom memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Pasar tenaga kerja AS masih relatif ketat, dan inflasi masih jauh di atas target The Fed.

"The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjinakkan inflasi," kata seorang ekonom senior. "Mereka mungkin akan tetap menaikkan suku bunga, tetapi dengan laju yang lebih lambat."

Investor akan terus memantau data ekonomi dan pernyataan dari pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan moneter di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar