JAKARTA – Sebulan pasca-bencana banjir melanda, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mulai menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi yang menggembirakan. Geliat aktivitas jual beli di Pasar Sabtu Tualang Cut menjadi indikator kuat bangkitnya daya beli masyarakat dan optimisme para pelaku usaha di wilayah tersebut.
Pantauan mediaseruni.co.id pada Sabtu (3/1/2026) memperlihatkan, pasar yang sebelumnya sempat lesu akibat dampak banjir, kini kembali dipadati pembeli. Pemandangan ini kontras dengan kondisi pasca-bencana yang sempat melumpuhkan roda perekonomian lokal. Para pedagang, yang sempat dirundung kekhawatiran akan kelangsungan usaha, kini tampak kembali semringah melayani konsumen, menandakan adanya perputaran uang yang membaik.
"Kalau pasar ramai seperti ini, kami tentu senang. Harapannya mudah-mudahan kondisi ini terus membaik dan mendapat perhatian dari pemerintah," ujar seorang pedagang sayur yang enggan disebut namanya, mencerminkan harapan akan stabilitas dan dukungan berkelanjutan. Ia menambahkan, bencana yang terjadi harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bangkit bersama. "Untuk semua orang, kita harus tetap semangat. Jangan putus asa dan jangan mengeluh. Semua ini cobaan dari Allah, dan mudah-mudahan ada hikmahnya," tuturnya dengan nada penuh keyakinan.

Related Post
Semangat kebersamaan juga terasa di antara sesama pedagang, menunjukkan solidaritas yang menjadi modal sosial penting dalam pemulihan ekonomi. "Semangat terus, kawan-kawan. Kita sama-sama kena musibah, jangan putus asa," seru pedagang lainnya, menguatkan mental rekan-rekannya. Masyarakat terlihat antusias berbondong-bondong mencari kebutuhan pokok dan barang sehari-hari, menandakan kembalinya kepercayaan diri dalam berbelanja dan menggerakkan sektor riil.
Kebangkitan Pasar Sabtu Tualang Cut bukan sekadar aktivitas jual beli biasa, melainkan cerminan resiliensi ekonomi lokal yang patut diapresiasi. Ini adalah langkah awal yang krusial menuju pemulihan menyeluruh, yang membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga komunitas, untuk memastikan momentum positif ini terus terjaga dan berkembang menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.









Tinggalkan komentar