TERUNGKAP! Konflik Global Picu Inflasi, Rupiah Terancam Ambles?

TERUNGKAP! Konflik Global Picu Inflasi, Rupiah Terancam Ambles?

JAKARTA – Eskalasi ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran diprediksi akan menimbulkan gelombang kejut signifikan bagi perekonomian global, dengan lonjakan harga minyak mentah sebagai pemicu utamanya. Kondisi ini berpotensi memicu tekanan inflasi yang meluas, demikian peringatan dari seorang pengamat ekonomi terkemuka.

M. Rizal Taufikurahman, Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menjelaskan bahwa meskipun kenaikan harga minyak menjadi titik awal, efek domino yang ditimbulkannya akan jauh lebih kompleks dan berdampak sistemik. "Peningkatan harga energi akan secara langsung mengerek biaya distribusi dan produksi di berbagai sektor. Ini berarti tekanan inflasi akan semakin kuat, tidak hanya pada bahan bakar minyak, tetapi juga pada logistik pangan, harga pupuk, bahkan produk petrokimia," ujar Rizal di Jakarta, Minggu (1/3/2026), seperti dilansir mediaseruni.co.id. Ia menambahkan bahwa dampak ini akan mendorong ekspektasi inflasi masyarakat dan memengaruhi kebijakan moneter secara keseluruhan.

TERUNGKAP! Konflik Global Picu Inflasi, Rupiah Terancam Ambles?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Rizal menyoroti dampak ketidakpastian global terhadap dinamika pasar keuangan. Dalam skenario "risk-off," investor cenderung mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap aman, seperti Dolar AS. Fenomena ini menyebabkan aliran modal keluar dari negara-negara berkembang dan menekan nilai tukar mata uang lokal, termasuk Rupiah.

COLLABMEDIANET

"Investor akan beralih ke dolar AS, dan mata uang pasar berkembang seperti Rupiah akan cenderung melemah. Ini menjadi tantangan berat bagi kondisi ekonomi dan pasar uang kita," jelasnya. Rizal memprediksi bahwa otoritas moneter akan memprioritaskan stabilitas nilai tukar Rupiah dibandingkan dengan melonggarkan kebijakan suku bunga, mengingat tantangan yang ada. Fokus utama akan beralih pada upaya menjaga daya tahan Rupiah di tengah gejolak global yang tidak menentu.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar