JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan mitra pengemudi menjelang Hari Raya Keagamaan tahun 2026. Perusahaan teknologi terkemuka ini mengumumkan peningkatan signifikan alokasi Bonus Hari Raya (BHR) hingga lebih dari dua kali lipat, mencapai Rp110 miliar. Langkah strategis ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap daya beli ratusan ribu mitra pengemudi di seluruh Indonesia.
Peningkatan anggaran BHR ini merupakan lonjakan substansial dari alokasi tahun sebelumnya yang berada di angka Rp50 miliar. Dengan dana sebesar Rp110 miliar, GoTo menargetkan penyaluran bonus kepada sekitar 400.000 mitra pengemudi yang beroperasi di platform Gojek. Angka ini juga menjadi bagian dari total proyeksi industri sebesar Rp220 miliar yang akan didistribusikan kepada lebih dari 850.000 mitra penerima di sektor transportasi daring, sebagaimana disampaikan oleh pemerintah.
Kebijakan penyaluran BHR ini tidak lepas dari perhatian dan arahan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Perekonomian pada Selasa (3/3/2026), menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan buah dari komunikasi intensif antara pemerintah dan perusahaan aplikator transportasi online. Hal ini menunjukkan sinergi antara sektor swasta dan kebijakan publik dalam mendukung perekonomian dan kesejahteraan pekerja di ekosistem digital, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Related Post
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengungkapkan bahwa penyaluran BHR ini adalah bentuk konkret apresiasi perusahaan terhadap dedikasi dan kontribusi para mitra. "Bonus Hari Raya ini bukan sekadar bentuk dukungan finansial, tetapi juga wujud semangat kekeluargaan yang selalu kami jaga di GoTo. Kami bersyukur para Mitra terus mempercayakan Gojek dan GoTo sebagai tempat memperoleh pendapatan," ujar Hans dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga loyalitas mitra sebagai aset krusial dalam menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan bisnis.
Peningkatan alokasi anggaran ini secara langsung berimplikasi pada nominal BHR yang diterima oleh masing-masing mitra. Khususnya, bagi kategori penerima dengan nominal terendah, terjadi lonjakan signifikan hingga tiga sampai empat kali lipat. Jika pada tahun 2025 batas bawah BHR untuk mitra roda dua adalah Rp50.000, kini angka tersebut melonjak menjadi Rp150.000. Sementara itu, mitra pengemudi roda empat akan menerima minimal Rp200.000, naik dari batas bawah sebelumnya.
Secara rinci, besaran BHR untuk pengemudi roda dua berkisar antara Rp150.000 hingga kategori tertinggi Rp900.000. Sedangkan untuk pengemudi roda empat, rentang bonus yang disiapkan adalah Rp200.000 hingga mencapai Rp1,6 juta. Kenaikan ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan terhadap daya beli mitra, terutama menjelang perayaan hari besar, sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi berbasis digital.









Tinggalkan komentar