JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik global yang terus menciptakan volatilitas di pasar komoditas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia saat ini tidak berada dalam kondisi darurat energi. Pernyataan ini sekaligus merespons langkah beberapa negara tetangga, seperti Filipina, yang telah mengumumkan status darurat energi dan bahkan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) dua hari dalam sepekan.
Menurut Purbaya, indikator krusial yang menandai sebuah kondisi darurat energi adalah terhentinya ketersediaan pasokan secara total, bukan sekadar fluktuasi harga. Ia menekankan bahwa hingga saat ini, suplai energi nasional masih dalam kondisi terjaga dan aman, jauh dari skenario kelangkaan yang bisa memicu kepanikan.
"Darurat energi itu kalau misalnya suplainya berhenti. Itu yang saya takut. Bukan harganya, suplainya nggak ada itu. Ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak," tegas Purbaya dalam sebuah kesempatan di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu lalu, seperti dilansir mediaseruni.co.id.

Related Post
Meskipun demikian, Bendahara Negara ini tidak lantas berpuas diri. Purbaya mengingatkan pentingnya merancang solusi jangka panjang yang lebih kokoh, terutama jika eskalasi konflik global terus berlanjut dan menjadi pola. Ia menekankan perlunya desain kebijakan fiskal yang lebih tangguh agar keuangan negara tidak terus-menerus berada dalam posisi tertekan dan rentan setiap kali terjadi gejolak di kancah internasional.
"Tapi kita harus siap-siap terus ke depan. Kalau misalnya keadaan seperti ini sering terjadi, apakah kita akan deg-degan terus? Apakah nanti Anda akan maki-maki saya terus desain anggaran jelek segala macam?" ujarnya, menyoroti tantangan dalam menjaga stabilitas anggaran di tengah ketidakpastian global.
Pernyataan Purbaya ini memberikan gambaran bahwa meskipun Indonesia saat ini memiliki ketahanan energi yang memadai, pemerintah tetap waspada dan berupaya keras untuk membangun fondasi yang lebih kuat demi menghadapi potensi krisis di masa mendatang, memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.







Tinggalkan komentar