Terkuak! Gerbang Logistik Kalbar Belum Optimal, Ini Penyebabnya!

Terkuak! Gerbang Logistik Kalbar Belum Optimal, Ini Penyebabnya!

JAKARTA, mediaseruni.co.id – Operasional Pelabuhan Kijing, yang digadang-gadang sebagai urat nadi utama ekspor-impor Kalimantan Barat, kembali menuai sorotan. Meskipun berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah diresmikan sejak tahun 2022, kinerja pelabuhan ini dinilai masih belum mencapai titik optimal, berpotensi menghambat laju perekonomian regional.

Pelabuhan Kijing, yang konstruksinya dimulai pada 2018 dan diresmikan secara megah pada 9 Agustus 2022, diproyeksikan menjadi lokomotif utama logistik Kalbar. Namun, hingga kini, efektivitasnya terganjal oleh sejumlah faktor krusial. Akar permasalahan utamanya disinyalir berada pada minimnya infrastruktur konektivitas darat yang memadai, baik untuk akses masuk maupun keluar pelabuhan, serta keterbatasan integrasi dengan wilayah hinterland atau daerah penyangga. Kondisi ini secara langsung membatasi volume dan efisiensi arus barang ekspor-impor.

Terkuak! Gerbang Logistik Kalbar Belum Optimal, Ini Penyebabnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi kondisi ini, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, menekankan urgensi optimalisasi Pelabuhan Kijing. Menurutnya, keberadaan pelabuhan ini sangat strategis untuk memangkas biaya logistik, sekaligus mendongkrak daya saing komoditas ekspor unggulan Kalimantan Barat seperti CPO, alumina, dan berbagai produk pertanian. "Lebih dari itu, pelabuhan ini berpotensi besar membuka lapangan kerja baru dan memicu tumbuhnya kawasan industri di sekitar area pelabuhan," ungkap Sofyano, seperti dikutip dari mediaseruni.co.id pada Selasa (24/2/2026).

COLLABMEDIANET

Sofyano melanjutkan, "Efek berganda (multiplier effect) dari operasional pelabuhan yang maksimal diyakini mampu menarik investasi signifikan, memperkuat rantai pasok, dan secara drastis mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Kalbar."

Untuk mewujudkan potensi tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) diharapkan tidak hanya terpaku pada operasional terminal semata. Perusahaan BUMN ini didorong untuk mengambil peran lebih proaktif dalam pengembangan ekosistem logistik secara komprehensif, termasuk menjalin kerja sama strategis dengan investor kawasan industri dan penyedia jasa logistik. Percepatan integrasi sistem transportasi multimoda juga menjadi kunci vital untuk memastikan Pelabuhan Kijing benar-benar menjadi gerbang logistik yang efisien dan berdaya saing tinggi bagi Kalimantan Barat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar