Strategi Jitu Pemerintah: Ekonomi Desa Melesat 12%, Jutaan Pekerja Terserap!

Strategi Jitu Pemerintah: Ekonomi Desa Melesat 12%, Jutaan Pekerja Terserap!

JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara agresif mengakselerasi pembangunan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di seluruh penjuru negeri. Inisiatif strategis ini diproyeksikan mampu menyerap 1,6 juta tenaga kerja langsung dan mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan hingga 11-12%, menjadikannya lokomotif baru penggerak ekonomi di akar rumput.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam gelaran Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara pada Jumat (13/2/2026), menjelaskan bahwa setiap unit koperasi diperkirakan akan menyerap rata-rata 20 pekerja langsung. "Jika seluruh target 80 ribu koperasi ini terealisasi, potensi penyerapan tenaga kerja langsung mencapai sekitar 1,6 juta individu," ungkap Zulhas, seperti dikutip mediaseruni.co.id.

Strategi Jitu Pemerintah: Ekonomi Desa Melesat 12%, Jutaan Pekerja Terserap!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ia menambahkan, angka ini belum mencakup potensi penyerapan tenaga kerja tidak langsung dari berbagai mitra, mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM yang terintegrasi dalam ekosistem koperasi. Dampak berganda (multiplier effect) dari program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang masif dan inklusif.

COLLABMEDIANET

Zulhas menggarisbawahi fungsi strategis Kopdes sebagai "offtaker" atau penampung hasil produksi masyarakat desa. Peran ini vital dalam menstabilkan harga komoditas dan memastikan pendapatan produsen tetap terjaga, terutama saat harga pasar bergejolak atau distribusi terhambat. Dengan adanya kepastian pembeli, para produsen di desa dapat fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.

Program ini juga dirancang untuk memutus mata rantai distribusi yang panjang dan seringkali tidak efisien, yang selama ini membuat harga di tingkat produsen rendah namun melonjak tinggi di tangan konsumen. "Kopdes Merah Putih ini akan memotong rantai pasok. Petani yang biasanya pendapatannya kecil karena harus melalui banyak perantara, kini bisa lebih sejahtera dan konsumen mendapatkan harga yang lebih wajar," jelas Zulhas.

Pemerintah menargetkan sebanyak 30.008 koperasi desa dan kelurahan sudah selesai dibangun dan beroperasi penuh pada tahun 2026. Selain sebagai penyerapan tenaga kerja dan stabilisator harga, koperasi desa juga akan berperan sebagai pemasok utama kebutuhan program layanan gizi nasional. Skema ini diharapkan tidak hanya mendorong sirkulasi ekonomi lokal yang lebih kuat, tetapi juga memastikan program pemerintah berbasis pada pasokan dari produksi masyarakat desa, menciptakan simbiosis mutualisme antara pemerintah dan komunitas lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar