Strategi Brilian Agrinas: Impor 105.000 Pick-Up, Ada Apa?

Strategi Brilian Agrinas: Impor 105.000 Pick-Up, Ada Apa?

Oleh: [Nama Wartawan Ekonomi Anda] [Tanggal Penulisan Artikel Baru, Misal: Senin, 19 Februari 2024]

Strategi Brilian Agrinas: Impor 105.000 Pick-Up, Ada Apa?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

JAKARTA – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, baru-baru ini menguak alasan di balik keputusan masif perusahaannya untuk mengimpor 105.000 unit kendaraan pick-up 4×4 dan niaga dari India. Proyek ambisius senilai Rp24,66 triliun ini, yang ditujukan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih, disebut Mota sebagai langkah strategis yang didasari oleh tiga pilar utama: harga yang sangat kompetitif, kualitas yang terjamin, serta keterbatasan pasokan produk serupa di pasar domestik.

Dalam keterangannya kepada awak media, yang dikutip mediaseruni.co.id pada Minggu (22/2/2026), Mota menjelaskan bahwa efisiensi biaya menjadi faktor penentu. "Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif, hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya," ungkap Mota, menyoroti margin penghematan yang signifikan. Ia menegaskan bahwa keunggulan harga ini tidak mengorbankan performa. "Dari sisi daya tahan, tenaga, dan konsumsi bahan bakar, kendaraan ini sangat andal dan berkualitas," tambahnya, menekankan aspek fungsionalitas yang krusial bagi operasional lapangan.

COLLABMEDIANET

Keputusan impor ini juga merupakan respons terhadap tantangan ketersediaan produk di dalam negeri. Mota menjelaskan bahwa Agrinas perlu menyiasati keterbatasan alokasi dana dari program Koperasi Merah Putih, sebuah inisiatif unggulan yang digadang-gadang mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. "Kalau saya tidak pintar-pintar mencari harga yang bagus dan barang yang berkualitas, dananya tidak cukup," papar Mota. Ia optimistis bahwa melalui impor dari India, Indonesia dapat memperoleh kendaraan berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, yang pada gilirannya akan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi beban utama bagi para petani.

Lebih lanjut, Mota juga mengungkapkan visi Agrinas untuk mendiversifikasi pasar kendaraan pick-up dan truk di Indonesia, mengurangi ketergantungan pada merek-merek arus utama. Mengenai standar kualitas, ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada para pengguna di lapangan, yang akan membuktikan keandalan kendaraan impor tersebut dalam berbagai kondisi operasional. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi transportasi yang efisien, tetapi juga membuka peluang baru dalam ekosistem ekonomi lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar