JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melontarkan proyeksi ambisius: program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) diprediksi mampu menyuntikkan stimulus ekonomi daerah hingga Rp29,2 miliar setiap tahunnya. Optimisme ini muncul setelah Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung implementasi program di sejumlah lokasi strategis.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Menteri Trenggono menyambangi beberapa titik KNMP, termasuk Kabupaten Sikka, Desa Sulamu, Kamanlaputi di Sumba Timur, dan Warloka di NTT. Tak ketinggalan, Pulau Bungin dan Desa Ekas Buana di NTB juga menjadi fokus peninjauan. Aktivitas ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan berjalan optimal, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi komunitas nelayan.
Di hadapan para nelayan Desa Ekas Buana, Lombok Timur, Menteri Trenggono menyampaikan pesan kunci. "Apabila ada kerusakan, segera perbaiki. Ingatkan koperasi, karena ini adalah aset milik saudara-saudara semua. Pemerintah membangun ini demi kepentingan kolektif," tegasnya, sebagaimana dikutip oleh mediaseruni.co.id. Ia menggarisbawahi bahwa tujuan utama KNMP adalah mengentaskan kemiskinan di desa-desa pesisir.

Related Post
"Kepentingan apa? Memerangi kemiskinan yang saat ini masih di angka 13 persen. Diharapkan dalam dua tahun ke depan, angka kemiskinan tersebut dapat ditekan hingga nol, menjadikan seluruh masyarakat sejahtera," imbuh Trenggono.
Menteri Trenggono lebih lanjut menekankan bahwa peningkatan produktivitas nelayan menjadi fundamental. Dengan ketersediaan sarana produksi dan infrastruktur pendukung yang memadai, volume hasil tangkapan diharapkan melonjak signifikan. Peningkatan ini secara otomatis akan berimplikasi pada kenaikan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan. "Tujuannya agar masyarakat di Lombok Timur, khususnya Ekas Buana yang mayoritas nelayan, bisa meningkatkan produktivitasnya. Setelah itu, otomatis kesejahteraan mereka juga akan meningkat. Itulah esensi kunjungan saya ke sini," jelasnya.
Desain program KNMP sendiri bersifat komprehensif, mengintegrasikan aspek hulu hingga hilir. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan juga melakukan rekayasa sosial melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan kewirausahaan, hingga fasilitasi sertifikasi dan standarisasi usaha perikanan.
Melalui intervensi strategis ini, setiap lokasi KNMP ditargetkan mampu mendongkrak produksi perikanan hingga 800 ton per tahun, menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 700 individu (baik nelayan maupun non-nelayan), serta mengkapitalisasi nilai ekonomi kawasan hingga Rp29,2 miliar per tahun, sesuai dengan cetak biru program yang telah ditetapkan.







Tinggalkan komentar