Rahasia Dapur PO Bus Terungkap! Jurus Jitu Tekan Biaya Operasional?

Rahasia Dapur PO Bus Terungkap! Jurus Jitu Tekan Biaya Operasional?

JAKARTA (mediaseruni.co.id) – Siapa sangka, di balik gemerlap bisnis transportasi darat, tersembunyi strategi cerdas yang diterapkan oleh beberapa Perusahaan Otobus (PO) ternama? Rosalia Indah, Haryanto, dan Sumber Alam, ternyata memiliki "senjata rahasia" berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pribadi!

Langkah ini bukan sekadar diversifikasi bisnis, melainkan jurus jitu untuk memangkas biaya operasional yang selama ini menjadi momok bagi industri transportasi. Dengan SPBU sendiri, PO bus dapat mengontrol pasokan bahan bakar, menjaga kualitas, dan menghindari antrean panjang yang kerap terjadi di SPBU umum.

Rahasia Dapur PO Bus Terungkap! Jurus Jitu Tekan Biaya Operasional?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Rahasia Sukses di Balik Roda:

COLLABMEDIANET
  • Rosalia Indah: PO bus AKAP ini dikenal dengan manajemen modern dan terorganisir. Kepemilikan SPBU yang dikelola oleh anak perusahaan, PT Rosalia Indah Sejahtera, menjamin ketersediaan bahan bakar bagi armadanya yang melayani rute Sumatera-Jawa. SPBU ini juga melayani masyarakat umum, menambah pundi-pundi pendapatan perusahaan.
  • PO Haryanto: Dengan lebih dari 300 unit armada, biaya operasional BBM menjadi perhatian utama. SPBU milik PO Haryanto yang berlokasi strategis di Jenarsari, Kendal, Jawa Tengah, menjadi solusi. Selain melayani bus-bus Haryanto, SPBU ini juga terbuka untuk umum, mengingat lokasinya yang berada di jalur Pantura yang ramai.

Kepemilikan SPBU oleh PO bus ini menunjukkan visi bisnis yang jauh ke depan. Mereka tidak hanya fokus pada angkutan penumpang, tetapi juga membangun ekosistem pendukung yang kuat, mulai dari perawatan armada hingga kebutuhan bahan bakar. Langkah ini menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menghadapi persaingan ketat di industri transportasi darat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar