NTT Lumpuh! 8 Jembatan Ambruk, Ekonomi Daerah Terancam?

NTT Lumpuh! 8 Jembatan Ambruk, Ekonomi Daerah Terancam?

Nagekeo, NTT – Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah melumpuhkan akses transportasi dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan, sedikitnya delapan jembatan mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir yang dipicu hujan deras sejak 8 September 2025.

Selain merusak infrastruktur, banjir juga menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. Beberapa rumah, kendaraan, dan hewan ternak dilaporkan hanyut terbawa arus. Tragisnya, enam orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian.

 NTT Lumpuh! 8 Jembatan Ambruk, Ekonomi Daerah Terancam?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dua jembatan vital di Desa Sawu, yakni Jembatan Teodhae 1 dan Teodhae 2, mengalami kerusakan terparah hingga aksesnya terputus total. Kondisi ini memutus jalur penghubung antara Desa Sawu dan ibu kota Kecamatan Mauponggo, menghambat mobilitas warga dan distribusi barang.

COLLABMEDIANET

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan pemerintah akan segera memasang jembatan bailey sebagai solusi sementara untuk memulihkan akses yang terputus. Selain itu, pihaknya berencana membangun Sabo Dam di bagian hulu sungai sebagai upaya mitigasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Bencana ini harus kita tanggulangi secara maksimal dan secepat-cepatnya karena yang terdampak adalah masyarakat," tegas Menteri Dody dalam keterangan resminya, Sabtu (20/9/2025).

Pemerintah daerah dan pusat terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur yang rusak. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil dapat segera memulihkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Nagekeo yang terdampak bencana. mediaseruni.co.id akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terkini kepada pembaca.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar