Jakarta, Mediaseruni.co.id – Dua Srikandi Kabinet Merah Putih, Veronica Tan dan Prof. Stella Christie, tengah menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya karena posisi strategis mereka sebagai wakil menteri, namun juga karena rangkap jabatan sebagai komisaris di anak perusahaan BUMN. Publik pun dibuat penasaran, siapa sebenarnya yang lebih tajir di antara keduanya?
Veronica Tan, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), baru saja didapuk menjadi Komisaris Citilink Indonesia, anak usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada awal Januari 2025, total kekayaan bersih Veronica mencapai angka fantastis, yakni Rp24,39 miliar.
Aset terbesar Veronica berasal dari kepemilikan dua bidang tanah dan bangunan mewah di Jakarta Utara yang nilainya mencapai Rp17 miliar. Selain itu, ia juga memiliki investasi dalam bentuk surat berharga senilai Rp5,2 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp858 juta. Koleksi kendaraan Veronica pun tak kalah menarik, dengan dua mobil listrik Wuling yang ditaksir bernilai total Rp550 juta. Meskipun tercatat memiliki utang sebesar Rp297 juta, kekayaan bersih Veronica tetap berada di atas angka Rp24 miliar.

Related Post
Publik tentu tak asing dengan sosok Veronica Tan. Selain kiprahnya sebagai aktivis sosial, ia juga dikenal sebagai mantan istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Lantas, bagaimana dengan Prof. Stella Christie? Sayangnya, data kekayaan Prof. Stella Christie sebagai komisaris anak usaha BUMN belum tersedia untuk dibandingkan dengan Veronica Tan. Namun, yang pasti, penunjukan keduanya sebagai komisaris anak usaha BUMN ini semakin mempertegas peran penting perempuan dalam dunia korporasi di Indonesia.
Artikel ini akan terus diperbarui seiring dengan informasi terbaru mengenai profil dan kekayaan Prof. Stella Christie. Pantau terus Mediaseruni.co.id untuk mendapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar dunia ekonomi dan bisnis.









Tinggalkan komentar