JAKARTA – mediaseruni.co.id – Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:07 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat capaian signifikan dalam program perlindungan sosial dan penyaluran bantuan sosial sepanjang tahun 2025. Data yang dirilis menunjukkan intervensi ekonomi yang masif, dengan jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia merasakan langsung dampak positif dari berbagai skema bantuan yang digulirkan, menegaskan komitmen pemerintah dalam menopang kelompok rentan dan mendorong kemandirian.
Sepanjang tahun 2025, Kemensos berhasil menyalurkan berbagai jenis bantuan yang krusial bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Sebanyak 10 juta KPM tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sebuah inisiatif yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Lebih lanjut, bantuan sembako menjangkau lebih dari 18 juta KPM, memastikan akses terhadap kebutuhan pangan dasar. Di sektor kesehatan, 96,8 juta jiwa mendapatkan jaminan melalui Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), meringankan beban biaya kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Related Post
Tak hanya itu, Kemensos juga melakukan "penebalan" bansos periode Juni-Juli yang disalurkan kepada 17,72 juta KPM. Puncak penyaluran bantuan tunai terlihat pada Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra, yang cair dari Oktober hingga Desember, berhasil menyentuh 33,2 juta KPM. Angka-angka ini merefleksikan transfer daya beli yang substansial ke lapisan masyarakat bawah, memberikan stimulus ekonomi langsung di tengah tantangan global.
Selain penyaluran bantuan, Kemensos juga fokus pada pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Basis data ini krusial untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan, meminimalkan kebocoran, dan mengoptimalkan efisiensi anggaran negara. Upaya pemberdayaan juga menunjukkan hasil positif, dengan 77.932 keluarga berhasil "digraduasi" dari status penerima manfaat dan kini menjadi pelaku usaha mandiri, menandai langkah maju menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan visi jangka panjang program ini. "Melalui program yang terukur dan terstruktur, keluarga-keluarga penerima bansos pada akhirnya nanti akan pindah ke program pemberdayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan menjadi keluarga yang lebih mandiri," ujar Gus Ipul, seperti dikutip mediaseruni.co.id pada Sabtu (3/1/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dari bantuan karitatif menuju investasi sosial yang berkelanjutan.
Aspek rehabilitasi sosial juga menjadi sorotan dalam upaya Kemensos membangun inklusivitas. Sebanyak 12.119 unit alat bantu aksesibilitas telah didistribusikan untuk mendukung kemandirian penyandang disabilitas. Di sektor kesehatan, 6.209 lansia mendapatkan kembali penglihatan melalui operasi katarak gratis, sementara 3.042 orang memperoleh pembinaan kewirausahaan. Layanan ini, bersama dengan jangkauan kepada 12 Penerima Atensi Sosial (12-PAS) di seluruh Indonesia, menunjukkan pendekatan holistik Kemensos dalam membangun fondasi sosial dan ekonomi yang lebih kuat bagi seluruh lapisan masyarakat.







Tinggalkan komentar