JAKARTA – Perbandingan kekayaan antara Dato Sri Tahir, pemilik jaringan RS Sri Dato Tahir, dengan konglomerat Singapura, Li Xiting, mengungkap jurang yang mencolok. Meskipun keduanya adalah tokoh filantropi dan pemain utama di industri kesehatan, skala kekayaan mereka bak bumi dan langit.
Dato Sri Tahir, anggota Wantimpres dan pendiri Mayapada Group, tercatat memiliki kekayaan fantastis. Berdasarkan data Forbes 2025, keluarga Tahir mengantongi USD 6,2 miliar atau setara Rp101,89 triliun. Kerajaan bisnisnya meliputi perbankan (Bank Mayapada), asuransi, properti, dan jaringan rumah sakit. Kontribusinya dalam filantropi, termasuk kemitraan dengan Yayasan Bill & Melinda Gates, juga sangat signifikan.
Di sisi lain, Li Xiting, pendiri Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, dinobatkan sebagai orang terkaya di Singapura. Forbes 2025 mencatat kekayaannya mencapai USD 13,1 miliar atau sekitar Rp215,29 triliun. Lonjakan permintaan alat kesehatan selama pandemi Covid-19 menjadi katalisator utama peningkatan kekayaannya. Mindray, yang didirikan pada tahun 1991, kini menjadi produsen peralatan medis terkemuka di dunia, dengan produknya digunakan di rumah sakit-rumah sakit ternama seperti Mayo Clinic dan Johns Hopkins.

Related Post









Tinggalkan komentar