JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Jumat (27/2/2026) menunjukkan dinamika yang menarik, di mana tekanan jual mendominasi namun beberapa sektor berhasil mencuri perhatian dengan penguatan signifikan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ditutup melemah 25,93 poin atau setara 0,31 persen, bertengger di level 8.209.
Sepanjang paruh pertama hari ini, optimisme sempat mewarnai pembukaan perdagangan saat IHSG dibuka di level 8.211,31. Indeks bahkan sempat menyentuh puncak harian di 8.219,71. Namun, sentimen negatif yang menguat kemudian menyeret IHSG hingga menyentuh titik terendah 8.093,75 sebelum sedikit rebound menjelang penutupan sesi.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp14.717 triliun. Sebanyak 25,35 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,23 triliun, yang terjadi dalam 1,488 juta kali frekuensi perdagangan. Gambaran pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif, di mana 445 saham mengalami koreksi, sementara 248 saham berhasil menguat, dan 265 saham lainnya stagnan.

Related Post
Sektor-Sektor Tertekan dan Pahlawan Bursa
Beberapa sektor terpukul cukup dalam akibat tekanan jual investor. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan, anjlok 1,53 persen. Disusul sektor keuangan yang terkoreksi 0,79 persen, infrastruktur 0,64 persen, properti 0,24 persen, dan energi 0,2 persen. Sektor teknologi dan kesehatan juga tak luput dari pelemahan, masing-masing turun tipis 0,09 persen dan 0,14 persen.
Namun, di tengah gelombang koreksi, beberapa sektor justru berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatat penguatan signifikan, menjadi "pahlawan" di tengah melemahnya IHSG. Sektor perindustrian memimpin dengan lonjakan 3,34 persen, menunjukkan adanya optimisme terhadap prospek industri manufaktur. Diikuti sektor non-primer yang naik 0,67 persen, barang baku menguat 0,86 persen, dan sektor primer naik 0,19 persen.
Saham-Saham Penggerak Pasar
Di tengah koreksi IHSG, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers, memberikan keuntungan besar bagi investor yang jeli. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melesat paling tinggi dengan kenaikan fantastis 24,22 persen. Disusul PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) yang naik 19,48 persen, serta XIFE yang menguat 15,46 persen. Selain itu, saham PT Martina Berto Tbk (MBTO) melonjak 14,18 persen dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menguat 13,77 persen, menandakan adanya minat beli yang kuat pada emiten-emiten tersebut.
Pergerakan IHSG pada sesi pertama ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, di mana tekanan jual pada sebagian besar sektor diimbangi oleh penguatan signifikan pada sektor-sektor tertentu, memberikan peluang bagi investor yang mampu membaca arah pasar.









Tinggalkan komentar