Jakarta – Kabar kurang sedap menghampiri PT Gudang Garam Tbk. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dilaporkan terjadi di pabrik mereka di Tuban, Jawa Timur. Video yang beredar di media sosial menunjukkan momen perpisahan mengharukan antara puluhan karyawan.
Kondisi ini terjadi di tengah performa keuangan perusahaan rokok raksasa itu yang terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan biaya produksi akibat cukai tinggi dan gempuran rokok ilegal menjadi faktor utama penyebab penurunan laba.
Laporan keuangan semester pertama yang dipublikasikan mediaseruni.co.id di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, hingga 31 Juli 2025, Gudang Garam hanya mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp117,16 miliar. Angka ini kontras dengan perolehan laba di tahun 2023 yang mencapai Rp5,32 triliun. Penurunan drastis berlanjut di tahun 2024, dengan laba anjlok menjadi Rp980,8 miliar.

Related Post
Gudang Garam merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Wonowidjojo melalui PT Suryaduta Investama, yang menggenggam 69,29% saham. Konglomerat Susilo Wonowidjojo, generasi kedua penerus bisnis yang dirintis Surya Wonowidjojo pada tahun 1958, menjadi pemegang saham utama.
Perusahaan ini resmi melantai di bursa saham pada 27 Agustus 1990, dengan melepas 57 juta saham di Bursa Efek Jakarta dan 96 juta saham di Bursa Efek Surabaya, dengan harga penawaran perdana Rp10.250 per lembar. Kondisi terkini perusahaan tentu menjadi perhatian para investor dan pengamat ekonomi. mediaseruni.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.









Tinggalkan komentar