Geopolitik Memanas: Emas Dunia Terbang ke USD4.505, Logam Mulia Rp2,6 Juta?

Geopolitik Memanas: Emas Dunia Terbang ke USD4.505, Logam Mulia Rp2,6 Juta?

JAKARTA – Awal tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode penuh gejolak bagi pasar komoditas global, khususnya emas. Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat pasar uang dan komoditas terkemuka, memproyeksikan lonjakan harga emas dunia dan logam mulia domestik yang signifikan, bahkan berpotensi menciptakan "gap up" dramatis pada pembukaan perdagangan pekan pertama Januari. Sentimen pasar yang menguat ini, menurut analisisnya, didorong oleh eskalasi ketegangan geopolitik global dan dinamika politik internal di Amerika Serikat yang semakin memanas.

Dalam rilis proyeksinya pada Minggu (4/1/2026), Ibrahim Assuaibi mengemukakan bahwa jika momentum kenaikan terus berlanjut, harga logam mulia di pasar domestik sangat mungkin menembus level Rp2.610.000 per gram pada Sabtu pagi mendatang. Angka ini merepresentasikan kenaikan substansial dari posisi penutupan sebelumnya, mengindikasikan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.

Geopolitik Memanas: Emas Dunia Terbang ke USD4.505, Logam Mulia Rp2,6 Juta?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebagai referensi, pada penutupan perdagangan Sabtu pagi pekan sebelumnya, harga emas dunia tercatat berada di USD4.332 per troy ounce. Sementara itu, harga logam mulia domestik berada pada kisaran Rp2.488.000 per gram.

COLLABMEDIANET

Ibrahim memaparkan dua skenario krusial untuk pergerakan harga pada awal pekan ini. Skenario pertama, yang cenderung korektif, memperkirakan harga emas dunia bisa terkoreksi ke USD4.258 pada hari Senin, yang berpotensi menyeret harga logam mulia domestik ke Rp2.458.000. Namun, skenario kenaikan dipandang jauh lebih kuat dan dominan. Dalam skenario ini, emas dunia diproyeksikan meloncat tajam hingga USD4.426 pada Senin pagi, mendorong harga logam mulia domestik ke level Rp2.518.000. Bahkan, Ibrahim tidak menampik kemungkinan harga emas dunia mencapai USD4.505, sebuah level yang disinyalir beberapa analis, jika volatilitas pasar terus memuncak.

Faktor fundamental di balik proyeksi bullish ini adalah rentetan peristiwa geopolitik luar biasa yang menandai awal tahun. Ibrahim secara spesifik menyoroti insiden serangan drone terhadap kediaman resmi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang segera direspons dengan balasan masif Rusia ke Ukraina. Selain itu, ketegangan di Iran yang dipicu oleh intervensi Amerika Serikat terhadap demonstrasi besar-besaran di negara tersebut, turut memperkeruh lanskap geopolitik global. Peristiwa-peristiwa ini secara kolektif meningkatkan sentimen ketidakpastian, mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap aman seperti emas, sehingga memicu lonjakan harganya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar