JAKARTA – 15 Mei 2024 – mediaseruni.co.id
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara ambisius meluncurkan visi strategis jangka panjangnya melalui Master Plan BEI 2026-2030. Rencana ini diperkenalkan langsung oleh Direktur Utama BEI, Iman Rachman, pada pembukaan perdagangan perdana tahun 2026, Jumat (2/1/2026), menandai dimulainya era baru bagi pasar modal Tanah Air.
Iman Rachman menegaskan bahwa Master Plan ini bukan sekadar cetak biru operasional, melainkan sebuah deklarasi tekad untuk mengukuhkan posisi Indonesia di panggung keuangan global. Visi utama yang diusung adalah membangun pasar modal yang tidak hanya inovatif dan transparan, tetapi juga inklusif dan terintegrasi secara internasional pada tahun 2030.

Related Post
"Harapan besar kami adalah menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 bursa teratas dunia, baik berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi," ujar Iman. "Pencapaian ini diharapkan mampu memberikan manfaat optimal yang berkesinambungan bagi para investor serta berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional."
Sebagai pijakan awal dan tolok ukur implementasi Master Plan, BEI telah menetapkan sejumlah target operasional yang realistis namun progresif untuk tahun 2026. Proyeksi ini disusun dengan mempertimbangkan dinamika makroekonomi domestik dan global yang terus berkembang.
Salah satu indikator kunci adalah rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) yang diproyeksikan mencapai angka impresif Rp15 triliun. Angka ini mencerminkan optimisme BEI terhadap peningkatan likuiditas dan aktivitas perdagangan di pasar.
Selain itu, BEI juga membidik penambahan 555 pencatatan efek baru. Dari jumlah tersebut, 50 di antaranya ditargetkan merupakan emiten saham baru, menunjukkan komitmen BEI dalam memperkaya pilihan investasi dan memperdalam pasar.
Tak berhenti pada aspek transaksi dan pencatatan, BEI juga memprioritaskan inklusi keuangan. Melalui penguatan kanal distribusi informasi dan edukasi, BEI menargetkan penambahan dua juta investor baru. Langkah ini diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal, sekaligus meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.
Dengan Master Plan 2026-2030, BEI tidak hanya menetapkan target kuantitatif, tetapi juga merancang fondasi kualitatif untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih tangguh, kompetitif, dan relevan di kancah global. Ini adalah langkah strategis yang diharapkan akan membawa pasar modal Indonesia menuju puncak kejayaan.







Tinggalkan komentar