Gawat! Pasokan Gas Nasional Kritis, Industri RI Terancam Lumpuh?

Gawat! Pasokan Gas Nasional Kritis, Industri RI Terancam Lumpuh?

JAKARTA – Kebutuhan gas alam sebagai penopang utama sektor industri domestik kini kian krusial. Namun, realitas ketersediaan gas nasional yang semakin menipis mulai mengancam keberlangsungan operasional sejumlah sektor industri strategis. Kondisi ini berpotensi memicu penurunan kapasitas produksi signifikan dan melonjaknya biaya energi akibat keterpaksaan beralih ke bahan bakar alternatif yang jauh lebih mahal.

Jika tren ini berlanjut, daya saing komoditas nasional di pasar domestik maupun global dipastikan akan terkikis. Implikasi jangka panjangnya tak kalah serius: potensi tekanan terhadap pertumbuhan investasi manufaktur, gangguan stabilitas lapangan kerja, serta penurunan kontribusi vital sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Gawat! Pasokan Gas Nasional Kritis, Industri RI Terancam Lumpuh?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi kondisi ini, pengamat energi terkemuka, Sofyano Zakaria, menegaskan bahwa kelangkaan pasokan gas alam merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan operasional berbagai sektor industri strategis di Tanah Air.

COLLABMEDIANET

"Ketersediaan gas nasional yang nyaris tidak mencukupi ini berpotensi menimbulkan disrupsi masif pada operasional industri strategis," ujar Sofyano, seperti dikutip mediaseruni.co.id pada Kamis (26/2/2026).

Ia juga menyoroti dampak langsung kekurangan pasokan gas terhadap melonjaknya biaya produksi, mengingat industri terpaksa mengandalkan bahan bakar alternatif yang notabene lebih mahal. Konsekuensinya, daya saing produk nasional di kancah domestik dan global akan semakin tergerus.

Dalam konteks ini, Sofyano memandang Presiden RI, Prabowo Subianto, memegang posisi kunci untuk menginisiasi diplomasi energi. Langkah ini dapat ditempuh melalui negosiasi ulang kontrak jangka panjang dengan negara-negara pembeli gas alam Indonesia, termasuk Jepang, serta pihak-pihak lain yang terikat perjanjian serupa, demi mengalihkan sebagian pasokan untuk kebutuhan domestik yang mendesak.


Oleh: Feby Novalius, Jurnalis mediaseruni.co.id – Kamis, 26 Februari 2026 | 17:14 WIB

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar