Demo Membara, Ekonomi RI Merana? 5 Fakta Mencengangkan!

Demo Membara, Ekonomi RI Merana? 5 Fakta Mencengangkan!

Jakarta, Mediaseruni.co.id – Gelombang demonstrasi yang melanda berbagai wilayah dalam beberapa hari terakhir ternyata meninggalkan luka mendalam bagi perekonomian nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas, nilai tukar rupiah tertekan, arus modal asing berbalik arah, dan sejumlah aktivitas bisnis terpaksa gulung tikar sementara.

Para pelaku usaha memilih untuk mengamankan aset dan keselamatan karyawan dengan menutup gerai mereka. Bahkan, hingga saat ini, beberapa toko masih belum beroperasi karena aksi unjuk rasa masih berlangsung di beberapa titik strategis.

Demo Membara, Ekonomi RI Merana? 5 Fakta Mencengangkan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berikut adalah 5 fakta krusial yang mengungkap dampak signifikan demonstrasi terhadap perekonomian Indonesia, terangkum pada Senin (1 September 2025):

COLLABMEDIANET
  1. Pengusaha Siaga Satu: Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta, Solihin, telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi demonstrasi lanjutan di berbagai lokasi di Jakarta. Aktivitas perdagangan dilaporkan mengalami gangguan signifikan. Bahkan, beberapa anggota Apindo Jakarta terpaksa memulangkan karyawan lebih awal. "Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengimbau para peritel untuk membaca situasi di lapangan. Bukan berarti ‘ayo tutup’, tetapi lebih kepada waspada," tegas Solihin.

  2. Toko-Toko Tutup Pintu: Sebagai bentuk kewaspadaan, Solihin mengimbau para pemilik usaha untuk menutup sementara operasional toko mereka, terutama pada hari Jumat (29 Agustus 2025). "Toko-toko di sekitar Jakarta Pusat terpaksa ditutup demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kondisi saat ini memang memprihatinkan," ujarnya.

  3. IHSG dan Rupiah Terkapar: Kabar buruk juga datang dari pasar modal. Pada penutupan pekan lalu, IHSG anjlok 1,53%, atau kehilangan 121 poin, dan berakhir di level 7.830,49. Kapitalisasi pasar bursa saham Indonesia pun menguap hingga Rp195 triliun dalam sehari.

  4. Rupiah Loyo Dihantam Sentimen Negatif: Tak hanya IHSG, nilai tukar rupiah juga ikut tertekan akibat aksi demonstrasi. Pelemahan rupiah ini semakin memperburuk sentimen pasar dan berpotensi memicu inflasi impor.

  5. Peringatan dari HIPMI: Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Akbar Himawan Buchari, mengingatkan bahwa dampak ekonomi akibat demonstrasi akan semakin parah jika tidak segera diatasi. "Jika kondisi ini berlarut-larut, dampaknya terhadap perekonomian akan sangat merugikan," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar