Jakarta, Mediaseruni.co.id – Tragedi kapal tenggelam kembali membuka luka lama terkait akurasi data penumpang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat dengan berencana mengintegrasikan sistem reservasi Ferizy dengan data kependudukan dari Ditjen Dukcapil. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir data penumpang "siluman" yang kerap menghambat proses pencarian korban.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa validasi manifest dan pengawasan di lapangan tetap menjadi ranah regulator, yaitu KSOP dan BPTD. Namun, ASDP berkomitmen penuh untuk meningkatkan akurasi dan transparansi data yang dikelola.
"ASDP mendukung penuh langkah-langkah pengawasan tersebut," ujar Heru, Selasa (29/7/2025).

Related Post
Selain itu, sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang bersih, ASDP menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kerja sama ini diwujudkan melalui kick-off meeting yang bertujuan mempercepat pencegahan korupsi secara menyeluruh.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, menekankan pentingnya sinergi antara KPK dan BUMN dalam mencegah korupsi. KPK mendorong BUMN untuk mengenali celah-celah dalam sistem yang rawan disalahgunakan dan melakukan koreksi menyeluruh.
Dalam diskusi tersebut, KPK menyoroti beberapa fokus area perbaikan di ASDP, termasuk penguatan sistem pengadaan kapal, peningkatan tata kelola manajemen kapal berbasis digital, dan integrasi data manifest penumpang yang lebih andal. Langkah-langkah ini diharapkan mampu membangun sistem yang lebih transparan, efisien, dan antikorupsi di tubuh ASDP.









Tinggalkan komentar