Pati, Jawa Tengah – Gelombang demonstrasi besar mengguncang Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menuntut Bupati Sudewo untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Aksi ini dipicu oleh kontroversi rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai angka fantastis, 250 persen. Meskipun kebijakan tersebut telah dibatalkan, kemarahan warga tak terbendung, memicu serangkaian aksi protes yang mencapai puncaknya pada Rabu, 13 Agustus 2025, di Alun-alun Pati.
Di tengah riuhnya tuntutan pengunduran diri, publik mulai bertanya-tanya, berapa sebenarnya gaji dan tunjangan yang diterima oleh seorang Bupati Pati?
Menurut data yang dihimpun mediaseruni.co.id, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2000, gaji pokok seorang Bupati Pati adalah sebesar Rp2,1 juta per bulan. Jika dikalkulasikan dalam setahun, gaji pokok tersebut mencapai Rp25,2 juta. Sementara itu, wakil bupati menerima gaji pokok sebesar Rp1,8 juta per bulan.

Related Post
Namun, angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari total pendapatan yang diterima oleh Bupati Sudewo. Selain gaji pokok, ia juga menerima berbagai tunjangan yang diatur dalam PP Nomor 109 Tahun 2000 dan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2001. Tunjangan-tunjangan tersebut meliputi tunjangan jabatan yang mencapai sekitar Rp3,78 juta per bulan, serta tunjangan beras, anak, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Tak hanya itu, sebagai kepala daerah, Bupati Sudewo juga berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13, sama seperti yang diterima oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya.
Dengan berbagai komponen gaji dan tunjangan tersebut, total pendapatan yang diterima oleh Bupati Pati setiap bulannya tentu jauh lebih besar dari sekadar gaji pokok. Namun, angka pastinya masih menjadi misteri dan belum ada informasi resmi yang dipublikasikan.
Aksi demonstrasi yang terus berlanjut menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Bupati Sudewo. Akankah ia mampu meredam gejolak yang terjadi dan mempertahankan jabatannya, ataukah tuntutan warga akan berujung pada pengunduran dirinya? Publik akan terus menantikan perkembangan selanjutnya dari drama politik di Kabupaten Pati ini.









Tinggalkan komentar