Awas! Pejabat Bea Cukai Kedapatan Nyantai di Starbucks, Ini Kata Menkeu!

Awas! Pejabat Bea Cukai Kedapatan Nyantai di Starbucks, Ini Kata Menkeu!

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan ketegasannya terhadap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kemarahan Purbaya memuncak setelah menerima laporan mengenai oknum pegawai Bea Cukai yang kedapatan bersantai di gerai kopi Starbucks saat jam kerja.

Informasi ini terungkap melalui kanal pengaduan masyarakat "Lapor Pak Purbaya" yang baru saja diresmikan. Seorang whistleblower melaporkan bahwa oknum pegawai tersebut kerap terlihat di Starbucks dengan seragam dinas, bahkan secara terbuka membicarakan bisnis pribadi, termasuk pengiriman mobil.

Awas! Pejabat Bea Cukai Kedapatan Nyantai di Starbucks, Ini Kata Menkeu!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Ada yang lapor petugas Bea Cukai nongkrong di Starbucks buka laptop tiap hari yang dibicarakan bisnis, aset gimana, mengamankan aset baru dapat kiriman mobil gimana jualnya mohon ditindak. Saya wiraswasta risih lihatnya ngomong berisik tiap hari pakai baju Bea Cukai," ungkap Purbaya geram saat ditemui di kantornya, Kamis (17/10/2025).

COLLABMEDIANET

Menanggapi laporan tersebut, Purbaya berjanji akan menindak tegas oknum pegawai yang bersangkutan. Ia juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan untuk tidak memanfaatkan jam kerja untuk kepentingan pribadi, apalagi sampai mengenakan seragam dinas di tempat umum seperti Starbucks.

"Bilang ke mereka nongkrong jangan di Starbucks. mereka masih enggak peduli dianggapnya saya main-main, bilang hari Senin kalau ada yang begini lagi akan saya pecat, saya persulit hidupnya. Masa nongkrong di Starbucks pakai seragam," tegas Purbaya.

Purbaya tidak main-main dengan ancamannya. Ia menegaskan akan memberikan sanksi berat, termasuk pemecatan, bagi pegawai yang terbukti melanggar.

Kanal "Lapor Pak Purbaya" sendiri menunjukkan respons yang luar biasa dari masyarakat. Dalam dua hari sejak beroperasi penuh, kanal pengaduan melalui WhatsApp ini telah menerima 15.933 aduan. Dari jumlah tersebut, 2.648 telah diverifikasi, terdiri dari 189 kategori aduan dan 2.459 kategori non-aduan. Sisanya masih dalam proses verifikasi.

Purbaya mengungkapkan bahwa dari laporan-laporan yang masuk, masalah korupsi dan penyimpangan di lapangan masih menjadi perhatian utama. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pembenahan di tubuh Kementerian Keuangan, khususnya Bea Cukai, masih membutuhkan kerja keras dan pengawasan yang ketat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar