Jakarta, mediaseruni.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (23/6/2025). Data menunjukkan IHSG merosot tajam sebesar 120 poin atau setara 1,74%, menutup hari di level 6.787,14.
Tekanan jual mendominasi pasar, tercermin dari jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat. Tercatat, 553 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 135 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sebanyak 272 saham lainnya terpantau stagnan. Total nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp12,7 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 24,8 miliar saham.
Kinerja negatif juga terlihat pada indeks-indeks sektoral. Sektor konsumer siklikal menjadi yang paling terpukul dengan penurunan sebesar 3,36%. Sektor properti juga mengalami penurunan signifikan sebesar 2,97%. Sektor energi dan teknologi masing-masing turun 2,16% dan 2,54%. Sektor keuangan yang memiliki bobot besar dalam IHSG, turut menyumbang tekanan dengan penurunan sebesar 1,40%.

Related Post
Di tengah sentimen negatif, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan mencatatkan kenaikan signifikan. PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan sebesar 27,36% ke level Rp135 per saham. Diikuti oleh PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) yang naik 25% ke Rp950, dan PT Master Print Tbk (PTMR) yang juga naik 25% ke Rp300.
Analis pasar dari mediaseruni.co.id menilai, koreksi ini dipicu oleh sentimen global dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik. "Investor cenderung wait and see menanti rilis data ekonomi terbaru dan perkembangan kebijakan pemerintah," ujarnya.
Lebih lanjut, analis tersebut menyarankan investor untuk tetap tenang dan selektif dalam memilih saham. "Fokus pada fundamental perusahaan yang solid dan prospek pertumbuhan yang jelas. Diversifikasi portofolio juga penting untuk meminimalkan risiko," pungkasnya.









Tinggalkan komentar