Banyuwangi Jadi Kunci! Impor BBM Rp233 Miliar Bakal Dipangkas!
BANYUWANGI – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara secara resmi memulai proyek hilirisasi strategis di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan pembangunan pabrik bioetanol terintegrasi. Inisiatif ambisius ini diproyeksikan mampu menekan ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Rp233 miliar per tahun, sekaligus menandai langkah signifikan dalam agenda transformasi ekonomi dan ketahanan energi nasional.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian integral dari 18 program hilirisasi pemerintah yang tersebar di seluruh Indonesia. Fokus utamanya adalah menciptakan nilai tambah ekonomi yang substansial, baik melalui pembukaan lapangan kerja baru maupun peningkatan pendapatan negara. "Ini bukan hanya sekadar investasi, melainkan juga pendorong penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah serta nasional yang tentu akan berdampak positif," ujar Rosan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jumat (6/2/2026).

Related Post
Pada kesempatan yang sama, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, memaparkan detail teknis pembangunan pabrik bioetanol tersebut. Fasilitas ini akan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, dirancang untuk mengonversi molase—produk sampingan dari industri gula—menjadi bioetanol. Dengan kapasitas produksi mencapai 30 ribu kiloliter etanol setiap tahun, pabrik ini diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan swasembada energi di Indonesia.
"Kolaborasi antara Pertamina Supporting New and Renewable Energy dan SGN melalui pabrik bioetanol terintegrasi di Banyuwangi ini akan menghasilkan 30.000 kiloliter etanol per tahun. Ini adalah langkah konkret yang akan mendorong swasembada energi sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat," tegas Agung. Proyek ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi energi dan penghematan devisa, tetapi juga pada penguatan ekosistem energi terbarukan dan pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian di tingkat lokal. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi sektor pertanian dan industri gula di Banyuwangi dan sekitarnya.









Tinggalkan komentar