Artikel Berita:
Antrean BSU Membeludak! Pekerja Padati Kantor Pos, Ini Prosedurnya
JAKARTA – Gelombang pekerja calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 senilai Rp600.000 terus membanjiri Kantor Pos di berbagai daerah. PT Pos Indonesia, sebagai salah satu penyalur resmi yang ditunjuk pemerintah, menjadi tumpuan harapan bagi para pekerja yang memenuhi syarat.

Related Post
Bagi pekerja yang ingin mencairkan BSU di Kantor Pos, ada alur yang perlu diperhatikan agar proses berjalan lancar.
Bambang Sulistio, Wakil Kepala KCU Kantor Pos Malang, menjelaskan bahwa penerima BSU hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat mendatangi Kantor Pos. Petugas kemudian akan melakukan verifikasi data untuk memastikan apakah nama pekerja tersebut terdaftar sebagai penerima BSU.
Jika terdaftar, proses dilanjutkan dengan pendataan melalui aplikasi khusus. Penerima akan menerima barcode atau kode pemindaian yang digunakan untuk pencairan di loket. Setelah itu, BSU sebesar Rp600.000 untuk dua bulan akan langsung diberikan.
"Pencairan BSU tidak bisa diwakilkan, penerima harus datang sendiri sesuai dengan KTP. Sebagian besar penerima adalah mereka yang tidak memiliki rekening bank, karena penyaluran melalui Himbara sudah dilakukan untuk sebagian pekerja. BSU ini khusus untuk pekerja dengan gaji di bawah UMR," jelas Bambang.
Untuk mengantisipasi antrean panjang, Kantor Pos menerapkan sistem antrean zig-zag dengan menyediakan tempat duduk. Kantor Pos Indonesia Malang mengerahkan 10 petugas yang melayani mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB setiap hari.
"Alokasi untuk Malang mencapai 34.651 penerima. Kami menargetkan penyelesaian hingga tanggal 15 Juli. Saat ini, sudah 14.448 penerima yang terbayarkan. Kami sengaja membuka layanan hingga sore agar penyaluran bisa dipercepat. Targetnya, tanggal 15 Juli semua sudah selesai," pungkasnya.









Tinggalkan komentar