mediaseruni.co.id – Di tengah pusaran dinamika bisnis yang semakin rumit dan penuh tantangan, kemampuan sebuah entitas usaha untuk tetap eksis dan berkembang menjadi krusial. Bukan sekadar mengikuti tren, perusahaan kini dituntut untuk memiliki fondasi yang kokoh melalui penerapan tata kelola manajemen risiko dan kepatuhan atau yang dikenal dengan GRC. Pendekatan ini bukan lagi sekadar formalitas regulasi melainkan inti dari setiap pengambilan keputusan strategis dan upaya mitigasi ancaman bisnis.
Nina Risnasari Direktur PT Pos Properti Indonesia menegaskan bahwa implementasi GRC haruslah fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik unik serta perubahan lanskap bisnis perusahaan. Menurutnya strategi ini menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko sekaligus menjamin kelangsungan operasional perusahaan di masa mendatang.

"Bagi kami GRC lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban regulasi atau upaya pengendalian bahaya. GRC adalah cerminan kapasitas perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar memperkuat kualitas penentuan kebijakan dan mendukung progres berkelanjutan dalam jangka panjang" ungkap Nina pada Senin 15 September 2026.

Related Post
Penguatan GRC lanjut Nina mencakup beragam dimensi penting. Mulai dari penyempurnaan tata kelola internal efektivitas manajemen risiko kepatuhan terhadap standar yang berlaku sistem pengendalian internal yang ketat hingga pemanfaatan teknologi terkini dan pembentukan budaya sadar risiko di seluruh lini organisasi.
Pendekatan holistik ini menjadi sangat vital terutama bagi korporasi yang mengelola berbagai lini usaha dengan profil risiko yang berbeda-beda. Setiap segmen bisnis memerlukan identifikasi dan pengelolaan risiko yang disesuaikan secara spesifik dengan alur proses dan karakteristiknya.
"Keragaman portofolio bisnis menuntut kerangka GRC yang adaptif mampu menyelaraskan diri dengan kekhasan masing-masing unit usaha" pungkasnya. Integrasi GRC dengan strategi bisnis utama perusahaan adalah kunci untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.







Tinggalkan komentar